SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Pagi yang cerah di Pulau Miang menjadi pembuka rangkaian eksplorasi wisata bahari yang diikuti 40 relawan dari berbagai daerah. Mereka memulai kegiatan dengan menyusuri lautan menuju habitat hiu tutul menggunakan Kapal Manggala Deria. Perjalanan sekitar 45 menit ini menjadi pengalaman pertama yang langsung memberi kesan kuat tentang kekayaan bahari Kutai Timur.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah, menegaskan bahwa Pulau Miang memiliki potensi besar sebagai destinasi andalan.
“Kami ingin para relawan melihat langsung kekuatan wisata bahari Kutim, bukan hanya mengetahui lewat promosi visual,” ujarnya saat memberikan arahan kepada peserta.
Para relawan yang berasal dari Papua, Medan, Yogyakarta, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Berau, Kukar, Paser, hingga Kutai Timur ini kemudian mengikuti penutupan kegiatan Jelajah Pesona Pulau Miang pada malam harinya. Acara penutupan tersebut menampilkan penyambutan budaya pesisir serta pemaparan singkat mengenai pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Nurullah menilai partisipasi lintas daerah menjadi energi baru bagi publikasi Pulau Miang.
“Kami percaya cerita yang dibawa para relawan ke daerah masing-masing akan menjadi promosi paling efektif,” tegasnya.
Dengan pendekatan pengalaman langsung dan keterlibatan masyarakat lokal, Dispar Kutim optimistis Pulau Miang dapat memperoleh perhatian lebih luas dan berkembang menjadi salah satu destinasi bahari unggulan di Kalimantan Timur. (sl/adv)














