SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim dalam meningkatkan edukasi digital bagi anak-anak dan masyarakat terus menunjukkan perkembangan positif.
Seiring perubahan pola perilaku generasi muda, DPPPA Kutai Timur kini semakin aktif mengintegrasikan pendekatan digital dalam berbagai program pembinaan dan sosialisasi.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan pesan-pesan perlindungan anak dapat diterima dengan cara yang menarik, aktual, dan sesuai minat remaja.
Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, menjelaskan bahwa kegiatan DPPPA sangat menyesuaikan dengan karakter audiens.
“Sering kita adakan berbagai macam kegiatan. Ada lomba, ada alternatif kegiatan kreatif, ada sosialisasi, ada pelatihan macam-macam lah. Kalau anak-anak sekarang kan lebih suka digital, jadi mereka kita dorong bikin konten kreatif terutama yang sudah level SMA,” ujar Idham.
Pendekatan ini diharapkan membuat pesan edukasi lebih mudah diterima dan dikembangkan oleh para pelajar.
Lebih jauh, Idham Cholid juga memaksimalkan peran Forum Anak sebagai ujung tombak deteksi dini kasus perlindungan anak di tingkat desa dan kecamatan. Menurut Idham, forum tersebut berfungsi sebagai mitra strategis dalam memberikan laporan permasalahan yang muncul di sekolah-sekolah maupun lingkungan sekitar.
“Mereka itu yang mendeteksi di sekolahan masing-masing. Kalau ada permasalahan, mereka melaporkan ke kita,” jelasnya.
Selain laporan, Forum Anak juga turut memberikan sudut pandang dan solusi berdasarkan perspektif mereka sendiri. DPPPA menilai hal ini sangat penting karena cara pandang anak-anak seringkali berbeda dengan orang dewasa.
“Solusi anak-anak belum tentu sama dengan solusi kita, jadi kita dengarkan. Banyak masukan mereka yang kreatif dan lebih mudah diterapkan di lingkungan sekolah,” tambah Idham.
Untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas, DPPPA secara rutin membawa Forum Anak melakukan kunjungan belajar ke daerah-daerah yang sudah maju dalam pengelolaan program perlindungan anak. Salah satu yang terbaru adalah kunjungan ke Kota Surabaya untuk berdiskusi langsung dengan dinas perumahan setempat. Di sana, mereka diberikan kesempatan menyerap inspirasi dan melihat contoh program unggulan yang bisa diadaptasi.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Idham Cholid menegaskan komitmennya membangun generasi muda yang cerdas digital, peduli lingkungan sosial, dan mampu berperan aktif dalam perlindungan anak. Pendekatan berbasis kreativitas, teknologi, dan kolaborasi anak diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kekerasan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu-isu perlindungan anak di era digital. (az/adv)














