
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Joni mengaku telah menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang ada di Desa Margo Mulyo dan Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutim, saat menggelar reses April lalu.
Ketika menyambangi Desa Rantau Makmur, dia menyebut kebanyakan petani di sana membidangi padi sawah. Sebab potensinya cukup lumayan dengan hamparan lahan persawahan yang luas.
“Di sana (Desa Rantau Makmur), lahan persawahan mencapai ratusan hektare. Memang dikelola beberapa kelompok tani,” ungkapnya.
Tak heran, usulan hand tractor mendominasi ketika dirinya menggelar reses. Selain itu, para petani juga berharap dibangunkan jalan pembelah sawah. Termasuk tangki semprot dan pupuk.
“Karena usulan masyarakat banyak, maka saya hanya bisa merealisasikan bertahap. Salah satu yang menjadi prioritas adalah tangki semprot dan pupuk,” bebernya.
Adapun pertimbangan untuk merealisasikan, lantaran hasil panen yang dimiliki para petani sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa tersebut. Bahkan bisa juga memenuhi kebutuhan masyarakat dari luar desa.
“Apalagi lahan persawahan di Rantau Makmur menjadi percontohan bagi kawasan lainnya di Kutim,” ungkapnya.
Sedangkan saat menyambangi Desa Margo Mulyo, pembangunan akses jalan menuju kebun sawit mendominasi usulan masyarakat. Dia menilai wajar, karena kebanyakan penduduk desa tersebut menggantungkan hidupnya sebagai petani mandiri perkebunan kelapa sawit.
“Usulan itu juga untuk meningkatkan perekonomian dan memudahkan mengangkut hasil panen. Kalau tidak ada jalannya, petani tidak akan menggarap hasil kebunnya,” terangnya.
Sejauh ini dengan kondisi jalan apa adanya, para petani kesulitan mengangkut hasil panen. Terutama saat hujan melanda, maka hasil panen dari lahan perkebunan yang letaknya jauh dari jalan utama tidak akan digarap.
“Kebanyakan dibiarkan begitu saja. Akhirnya membusuk,” sebut politisi PPP itu.
Selain itu, ada pula usulan semenisasi jalan lingkungan, drainase dan tempat ibadah. Bahkan sudah menjadi usulan prioritas dari pihak desa. Sehingga, dengan banyaknya badan jalan yang sudah dikeraskan, maka tinggal dilakukan penanganan dengan semenisasi.
“Kalau drainase kebanyakan memang belum dibangun,” tutupnya. (adv/so2)














