
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Gelaran reses menjadi momen penting bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) untuk memberikan apa yang diharapkan warga. Baik petani kelapa sawit maupun petani lainnya yang ada di Kutim, semua sama-sama mengusulkan kebutuhan pupuk.
Ya, permintaan pupuk memang yang paling banyak dijumpai wakil rakyat saat menggelar reses. Selain harapan pengerasan dan pembukaan baru jalan kebun. Ketua DPRD Kutim Joni menilai usulan itu sangat wajar disampaikan para petani.
“Apalagi sekarang harga hasil kebun sangat baik turun. Termasuk hasil kebun sawit mandiri yang dimiliki warga,” katanya, belum lama ini.
Tak heran, sekarang harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik turun. Sedangkan harga pupuk tidak pernah turun.
“Harganya (pupuk) naik terus. Secara otomatis akan mempengaruhi penghasilan para petani. Tentu berdampak besar pada penghasilan. Apalagi sekarang harga angkut mengalami kenaikan, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” paparnya.
Maka itu, apabila pemerintah dapat memberikan bantuan. Dipastikannya para petani akan merasa sangat terbantu. Dia pun memastikan akan berupaya memperjuangkan apa yang diharapkan para petani tersebut.
“Apalagi jika anggaran memungkinkan. Pemerintah harus mengalokasikan pengadaan pupuk kepada para petani. Kan sekarang sudah tidak ada lagi subsidi pupuk untuk para petani,” tutupnya.
Patut diketahui, usulan pupuk kerap dijumpainya saat melaksanakan reses April 2023 lalu. Bahkan dari tiga desa yang menjadi sasaran resesnya, yakni Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan, Desa Margo Mulyo dan Rantau Makmur Kecamatan Rantau Pulung. (adv/so2)














