
SIBERONE.ID, KUTIM – Ketua Komisi D DPRD Kutim Yan Ipui langsung merespon terkait kabar adanya kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) anak di beberapa wilayah di Indonesia. Dari data yang masuk, terdapat 323 kasus terkonfirmasi dan membuat 190 anak meninggal dunia. Ia pun menegaskan meminta pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim benar-benar sangat memperhatikan GGAPA.
“Jangan sampai masuk ke Kutim, kroscek jika memang ada perkembangannya di Kutim. Hal ini jadi bentuk antisipasi secepat mungkin,” ujarnya, Senin (7/11/2022).
Nah, Yan menambahkan jika antisipasi itu berbentuk kewaspadaan yang harus ditingkatkan.
“Memang belum ditemukan kasus di Kutim, akan tetapi Dinkes harus turun melakukan pengawasan di lapangan dan juga untuk mengetahui bahwa peredaran obat yang berlangsung sesuai prosedur, termasuk memastikan perizinan untuk pengedarannya,” bebernya.
Selanjutnya, cek toko maupun warung yang masih menjual jenis obat-obatan tanpa izin edar.
“Harus segera ditertibkan sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasilnya dapat dilakukan penanganan hingga pencegahan,” katanya.
Lebih jauh, Yan menegaskan jika hal tadi dalam upaya memaksimalkan antisipasi GGAPA dalam memberikan rasa aman bagi warga Kutim karena memang hanya apotek yang memiliki izin tersebut. Diperlukan juga kerja sama dengan masyarakat yang memonitor perkembangan hal ini dengan memberikan informasi dalam hal selektif membeli obat untuk anak-anak. (adv/so)














