SiberOne.id – Setelah pemerintah pusat menetapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) 20 September lalu, beberapa sekolah di Kutai Timur (Kutim) mulai menggelar PTMT dengan jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruang kelas.
Fasilitas protokol kesehatan di sekolah-sekolah pun telah disediakan. Vaksinasi siswa dan tenaga pendidik juga harus segera direalisasikan. Sedangkan para siswa harus bersekolah secara bergantian.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim Syahrir mengatakan, proses belajar mengajar digelar dua kali dalam sepekan. Para siswa dijadwalkan masuk sekolah secara bergantian, pagi dan siang.
“Orang tua selalu bertanya kapan sekolah tatap muka berlangsung. Para guru juga sudah rindu mengajar,” katanya, saat menggelar konferensi pers, Rabu (29/9/2021).
Pihaknya juga sedang berupaya memastikan sekolah betul-betul steril. Mengingat, dua tahun sudah tidak dimanfaatkan. Terutama laci meja siswa dan halaman.
“Harus dibersihkan. Khawatir ada hewan berbahaya. Sekolah harus benar-benar layak,” ucapnya.
Selain itu, 321 sekolah sudah mengajukan untuk melaksanakan PTMT. Mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), SD dan tingkat SMP. Bahkan, persentasinya mencapai 70 persen.
“Sekarang beberapa kecamatan sudah melaksanakan tatap muka. Untuk Sangatta Utara, baru digelar 4 Oktober,” jelasnya.
Para orang tua hanya boleh mengantar, tapi tidak boleh menunggu di sekolah. Untuk menghindari kerumunan di lingkungan sekolah. Ketika waktu pulang, barulah orang tua menjemput anaknya.
Memastikan penerapan fasilitas protokol kesehatan di kawasan pedalaman. Koordinasi dengan tim satgas kecamatan pun rutin dilakukan. Koramil, Polsek dan tim satgas kecamatan lainnya memantau langsung pelaksanaannya.
“Memastikan sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan,” sebutnya. (so)














