
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Setelah memberikan dukungannya terhadap permintaan kenaikan honor Rp 2 juta, yang disampaikan Forum RT Sangatta Utara, dalam gelaran rapat dengar pendapat umum (RDPU). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta pemerintah memberikan perhatian serius.
Hal itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Kutim Ramadhani, Senin (15/5/2023). Dia pun meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pada para ketua RT yang ada di kabupaten ini.
“Tidak hanya RT yang ada di Sangatta Utara. Tapi meluas hingga seluruh kecamatan (18 kecamatan),” imbuhnya.
Adapun alasan dirinya mengusulan bimtek kepada para ketua RT, yakni bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja mereka. Terutama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Sehingga dalam pelaporan program Rp 50 juta per RT yang sudah digulirkan menjadi lebih mudah. Itu akan membantu mereka,” jelasnya.
Politikus PPP itu tak menampi, RT memiliki tugas yang kompleks dan beragam. Apalagi setiap lingkungan RT memiliki berbagai masalah sosial yang tidak dapat disepelekan.
“Apalagi untuk menyelesaikan konflik antar warga, selalu para RT yang lebih dulu memediasi,” ungkapnya.
Bahkan pihak RT juga bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Begitu pula jika ada kegiatan atau pelaksanaan program milik pemerintah, RT menjadi yang terdepan memfasilitasi.
“Pekerjaan RT lebih berat. Jam berapapun insiden terjadi, warga selalu menghadirkan RT. Mau itu tengah malam sekalipun. Makanya perlu dilaksanakan bimtek. Ini cara efektif meningkatkan kapasitas. Sehingga menambah pengetahuan dan langkah yang ditempuh sebelum pengambilan keputusan,” pungkasnya. (adv/so2)














