
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Aren Genjah lebih dulu sukses dibudidayakan sebagian masyarakat yang ada di Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim). Kini potensi pengembangannya di kabupaten ini pun lebih meluas. Bahkan Kelompok Tani (Poktan) Kutai Benu Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, telah menyediakan lahan 200 hektar yang ditanami Aren Genjah.
Ketua DPRD Kutim Joni mengatakan, potensi budidaya Aren Genjah di Rantau Pulung memang sangat memadai.
“Tinggal niatnya saja lagi, karena lahannya memang cocok untuk budidaya aren genjah,” ungkapnya.
Menurutnya, lokasi tersebut sangat memungkinkan. Dia berharap keseriusan para petani. Mengingat awal budidaya berlangsung dipastikan akan membutuhkan banyak biaya.
“Apalagi enam tahun baru baru bisa panen. Makanya dibutuhkan keseriusan. Sehingga dapat berkembang dengan baik,” sebutnya.
Sebagai warga Rantau Pulung, Joni mengaku siap mendukung penuh kelompok tani tersebut. Bahkan dirinya sangat terbuka untuk diajak berkoordinasi.
“Lahan yang digunakan memang luas. Sangat berpotensi mendirikan pabrik, selama dikelola dengan baik,” paparnya.
Menurutnya, aren genjah dikenal berbeda dan lebih baik dari jenis aren lainnya. Bahkan harganya cenderung lebih mahal. Saat ini pun budidayanya di Kutim sangat terbatas.
“Baru di Desa Kandolo (Teluk Pandan) dan Sangkulirang. Tapi lahannya tidak luas, bahkan untuk kebutuhan di sana saja masih kurang,” katanya.
Berbeda dengan Rantau Pulung, lahannya sangat luas. Sehingga jika benar-benar dimaksimalkan, akan lebih besar dari daerah lainnya. Sedangkan lahan yang ditetapkan dipastikan tidak ada masalah tumpang tindih.
“Memang lahannya milik kelompok tani. Yang jelas, saya sangat mendukung. Apalagi kalau memang bisa berkembang. Semoga tidak gagal,” tutupnya.
Untuk diketahui, Aren Genjah merupakan jenis aren yang unggul dibandingkan jenis lainnya. Ya, sifat genjah aren ini sudah terlihat pada usia enam tahun lantaran mulai menghasilkan. Maksudnya adalah pohon ini sudah mengeluarkan tandan bunga betina dan juga tandan bunga jantan, yang siap disadap niranya.
Selain itu tanaman Aren ini memiliki postur tubuh tidak terlalu tinggi ketika mulai menghasilkan. Sehingga para petani lebih senang membudidaya karena mungkin tidak terlalu capek dan kesulitan memanjatnya. Tak heran jika Kementerian Pertanian (Kementan) menganggapnya sebagai varietas unggul nasional. (adv/so2)














