
SIBERONE.ID, KUTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim baru saja melakukan terobosan positif yaitu dengan meluncurkan program Tes Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai alat tes untuk melacak adanya virus HIV/AIDS dan alat ini pun disiapkan untuk fasilitas kesehatan (faskes).
Hal ini pun menarik perhatian, Ketua Komisi D DPRD Kutim Yan Ipui. Ia pun sangat mendukung dengan adanya alat VCT ini. Ditegaskan dirinya hal ini sangat bermanfaat terutama dalam dukungan faskes yang disebar ke 18 kecamatan dengan tujuan upaya pencegahan dan mengurangi risiko dampak HIV/AIDS.
“Ini pun sangat baik tentunya Dinkes sudah menyiapkan VCT, apalagi pelayanan ini ditujukan gratis dan dirahasiakan untuk masyarakat,” bebernya.
Ia pun sangat berharap hal ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dengan memperhatikan secara serius jika di lingkungan tempat tinggalnya terdapat pasien yang menderita virus tersebut.
“Jangan tidak peduli tetapi harus diberikan semangat. Sehingga memberikan dorongan bagi penderita HIV/AIDS bisa sembuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yan juga menyarankan faktor penting lainnya yakni Dinkes Kutim pro aktif dalam pengawasan sekaligus mengedepankan faskes dengan garansi jaminan selalu tersedia kepada penderita.
“Kalau pencegahan kan harus berdasarkan kesadaran masyarakat, salah satunya menghindari seks bebas dan selalu setiap terhadap pasangan serta mengonsumsi makanan serta pola hidup sehat,” ulasnya.
Untuk diketahui, dalam tahapan VCT ini, nantinya tim medis melakukan tahapan wawancara terkait kesiapan melakukan tes selanjutnya tahap konseling. (adv/so)














