SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Aidil Fitri memiliki keresahan terhadap pelaksanaan proyek yang memiliki alokasi anggaran besar. Salah satunya, yakni kekhawatiran terhadap kesanggupan para kontraktor pelaksana dari segi permodalan.
Dia pun menganggap perlu untuk menjadikan kesiapan modal sebagai syarat untuk dapat memenangkan tender. Sehingga, apabila kontraktor tidak memiliki kesiapan finansial yang memadai, perlu untuk tidak diikutsertakan dalam pelaksanaan pembangunan di kabupaten ini.
“Modalnya harus benar-benar siap. Itu paling penting. Kalau tidak, jangan jadi kontraktor,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kutim, juga disarankan untuk menjadi kontraktor lokal sebagai prioritas. Terutama untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan di wilayah daerah pemilihan (Dapil) 4, yang mencakup Kecamatan Telen, Muara Wahau dan Kongbeng.
“Kontraktor lokal memiliki modal yang lebih stabil. Karena kebanyakan punya penghasilan dari perkebunan. Mereka juga akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap wilayahnya sendiri,” ucapnya.
Maka itu, langkah yang diperlukan saat ini adalah dengan melakukan evaluasi terhadap para kontraktor. Mengingat tidak sedikit proyek mangkrak dan meninggalkan hutang. Hal ini diakibatkan kontraktor kekurangan modal. Makanya diperlukan untuk menerapkan standard ketat.
“Sehingga hanya kontraktor yang memiliki modal cukup mendapatkan pekerjaan. Tapi tetap harus berkualitas,” tuturnya.
Ia menyampaikan ini bukan tanpa alasan. Ya, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun mengungkapkan bahwa proyek mangkrak dan meninggalkan utang Rp 1,7 miliar ada di Kongbeng. Bahkan belum dibayarkan kontraktor. Sedangkan di Batu Redi, pembangunan jalan terhenti setelah hanya mencapai 2 kilometer dari target. Tentu karena kontraktor keterbatasan modal, meskipun tidak meninggalkan utang.
“Makanya untuk mencegah hal serupa terulang, persyaratan administrasi perlu diperketat. Kontraktor harus punya modal dan dibuktikan dengan rekening koran yang dicetak tiga bulan sebelum mengikuti tender,” tutupnya. (adv/soy)














