SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Dinas Pariwisata Kutai Timur mengembangkan jalur wisata terpadu yang menghubungkan budaya, alam, dan kuliner lokal. Konsep ini dibuat untuk memberikan pengalaman lengkap bagi wisatawan. Dengan satu perjalanan, wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi sekaligus. Inovasi ini diharapkan meningkatkan lama kunjungan.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa sebelumnya destinasi berjalan masing-masing. Tidak ada keterhubungan yang membuat wisatawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
“Kami ingin wisatawan punya rute perjalanan yang jelas,” ujarnya. Dengan begitu, dampak ekonomi lebih merata.
Jalur terpadu akan melibatkan desa wisata, pelaku UMKM, dan komunitas budaya. Setiap titik akan menawarkan atraksi berbeda. Mulai dari pertunjukan budaya hingga pengalaman kuliner khas. Semua unsur lokal akan digabung dalam satu paket perjalanan. Konsep ini dinilai lebih menarik bagi wisatawan.
Wilayah seperti Bengalon, Kaliorang, dan Sangatta Selatan akan menjadi lokasi uji coba.
Daerah tersebut memiliki konsentrasi destinasi yang kuat. Karakter masing-masing akan dipertahankan. Tidak semua jalur harus sama, melainkan disesuaikan dengan keunikan daerah. Identitas lokal tetap menjadi nilai utama.
Dispar juga menyiapkan pelatihan bagi pelaku wisata untuk menyambut integrasi ini. Pengelola desa harus memahami alur perjalanan wisatawan. Pengaturan jadwal dan koordinasi antar-destinasi menjadi hal penting. Semua pihak harus bekerja sama untuk mewujudkan paket wisata terpadu.
Jika uji coba berjalan baik, jalur wisata akan mulai dipromosikan secara digital pada akhir tahun.
“Kami ingin wisata Kutim dikenal karena pengalamannya yang lengkap,” kata Nurullah. Program ini dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisata. (sl/adv)














