SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Kiprah seni dan budaya Kutai Timur terus menunjukkan perkembangan positif di tingkat nasional. Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Fadliansyah, mengatakan sejumlah penampilan seni daerah telah berhasil tampil dalam berbagai event besar di luar daerah. Salah satunya adalah pertunjukan “Magic Land” yang pernah dipentaskan di Yogyakarta.
Selain itu, sejumlah duta budaya asal Kutim juga mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang nasional. Tiga peserta yang dikirim tahun ini berhasil meraih posisi juara dua, juara lima, dan masuk sepuluh besar Putra-Putri Nusantara.
“Ini menunjukkan potensi generasi muda kita sangat besar,” ujar Fadliansyah.
Ia menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam berbagai kompetisi menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya Kutai Timur. Setiap peserta membawa identitas lokal melalui busana, tari, dan ornamen khas daerah. Hal ini sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi daerah.
Fadliansyah juga menyoroti Tari Udok yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2015. Tarian tersebut bahkan telah tampil hingga ke Singapura pada beberapa kegiatan internasional.
“Tari Hudoq sudah go internasional dan menjadi kebanggaan kita,” tegasnya.
Ia berharap lebih banyak seni daerah dikenal dunia. Meski banyak prestasi, Disdikbud tetap menyiapkan pembinaan intensif agar potensi budaya terus berkembang. Regenerasi pelaku seni menjadi fokus utama, sehingga berbagai program pelatihan dan pendampingan akan diperkuat.
“Kita ingin anak-anak Kutim semakin percaya diri membawa budaya daerah ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap berbagai prestasi yang diraih dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. Menurutnya, keberhasilan di tingkat nasional membuktikan kualitas seni daerah yang mampu bersaing.
“Semoga makin banyak karya budaya Kutim mendapat pengakuan luas,” pungkasnya. (sl/adv)














