SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa tidak ada posisi khusus “dokter sekolah” di wilayah tersebut. Penanganan kesehatan di lingkungan sekolah selama ini menjadi tanggung jawab puskesmas terdekat. Meski begitu, hampir seluruh sekolah telah memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai fasilitas dasar untuk layanan kesehatan ringan bagi siswa.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa sekolah memanfaatkan program “dokter kecil” sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan siswa. Dokter kecil bukanlah tenaga medis, melainkan siswa yang mendapatkan pelatihan dasar untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di lingkungan sekolah. “Dokter sekolah itu tidak ada, dokter kecil saja namanya. Anak-anak sekolah dilatih untuk menangani P3K saja,” ujar Sumarno.
Keberadaan dokter kecil dan UKS dinilai mampu membantu penanganan kasus-kasus ringan sebelum ditindaklanjuti puskesmas. Program ini juga menjadi sarana pendidikan kesehatan bagi siswa agar lebih peduli terhadap kebersihan, keamanan, dan kesehatan diri serta teman sebaya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kutim tetap menjalankan program pemeriksaan kesehatan berkala kepada siswa melalui kegiatan penjaringan kesehatan. Setiap tahun, petugas puskesmas mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada peserta didik. “Sebenarnya ada penjaringan anak sekolah, setiap tahunnya kita berkunjung dari puskesmas,” tambah Sumarno.
Pemeriksaan dalam kegiatan penjaringan ini mencakup kondisi telinga, hidung, mata, hingga kesehatan gigi. Jika ditemukan masalah tertentu, puskesmas memberikan catatan agar siswa dapat segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat.
Upaya kolaboratif antara sekolah, UKS, dokter kecil, dan puskesmas ini diharapkan mampu memastikan kesehatan siswa tetap terpantau dengan baik. Pemerintah daerah menilai mekanisme tersebut sudah efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, meskipun belum ada tenaga medis khusus yang ditempatkan di sekolah. (az/adv)














