SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Keluarga menjadi pondasi utama pembangunan Kutai Timur. Peran ayah dan ibu dalam pengasuhan anak dianggap sangat menentukan lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Bupati Kutai Timur, Dr. H. Ardiansyah Sulaiman, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan ekonomi dan infrastruktur.
“Keluarga harmonis dan saling mendukung adalah fondasi masyarakat yang berdaya saing. Jika keluarga kuat, pembangunan daerah akan lebih kokoh,” ujarnya.
Dalam pengasuhan, peran kedua orang tua harus berjalan seiring. Orang tua tidak hanya memberikan materi, tetapi juga teladan, kasih sayang, dan perhatian yang konsisten. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis cenderung memiliki rasa aman, percaya diri, serta kemampuan sosial dan emosional yang lebih baik.
Selain itu, penguatan pendidikan karakter, perhatian terhadap gizi, dan komunikasi yang efektif dalam keluarga menjadi kunci mencetak generasi yang tangguh. Orang tua yang bersinergi dapat membentuk anak-anak yang memiliki kreativitas tinggi, daya juang, dan kemampuan mengambil keputusan dengan bijak.
Bupati menegaskan, setiap langkah kecil dari keluarga akan berdampak besar bagi masa depan Kutai Timur.
“Dari keluarga yang hebat, akan lahir generasi yang hebat pula. Kekuatan daerah dimulai dari kekuatan rumah tangga,” katanya.
Keluarga yang harmonis tidak hanya memberikan manfaat bagi anak, tetapi juga menjadi fondasi masyarakat yang aman, produktif, dan berdaya saing tinggi, yang akan memastikan Kutai Timur terus maju di masa depan. (sl/adv)














