SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Program kerja tahun 2025 pada Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur terus menunjukkan progres signifikan. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Sugiyo, mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan sudah berjalan sesuai jadwal. Beberapa di antaranya telah tuntas sepenuhnya, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.
“Semua kegiatan dalam progres, ada yang sudah selesai dan ada yang belum. Untuk kegiatan yang murni sudah rampung, sedangkan yang perubahan sedang tahap finishing,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa capaian kegiatan yang sedang berjalan telah mencapai sekitar 50 persen. Menurutnya, penyelesaian penuh ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. “Untuk yang sudah jalan ini sudah 50 persen, dan minggu depan sudah selesai kalau memang tidak ada kendala,” tambah Sugiyo. Hal ini menunjukkan komitmen DLH Kutim dalam memastikan program pengelolaan sampah dan limbah B3 tetap berjalan tepat waktu.
Salah satu kegiatan yang menjadi fokus tahun ini adalah pelaksanaan sosialisasi terkait pengelolaan sampah dan limbah B3 kepada masyarakat dan lembaga pendidikan. Program sosialisasi ini disebut sebagai bagian penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berbagai pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Sosialisasi yang murni sudah selesai, tinggal beberapa yang masuk kategori perubahan,” kata Sugiyo.
Dalam pelaksanaannya, DLH Kutim menggunakan dua metode sosialisasi, yaitu pertemuan langsung dan pertemuan melalui perwakilan. Untuk lembaga pendidikan seperti sekolah, pihaknya memilih menghadirkan perwakilan guru atau kepala sekolah karena tidak memungkinkan untuk mengunjungi seluruh sekolah secara langsung. “Kalau kita keliling semua sekolah kan tidak mungkin. Jadi, perwakilan sekolah kita undang dua sampai tiga orang,” terangnya.
Selain itu, sistem sosialisasi juga dibuat lebih fleksibel dengan memanfaatkan metode tatap muka dan daring sekaligus. Pertemuan offline dilakukan melalui rapat atau pertemuan langsung, sementara peserta yang terkendala jarak dapat mengikuti kegiatan secara online. “Yang tidak bisa hadir secara fisik bisa ikut online. Kita memakai webinar agar tetap bisa mengakomodasi peserta yang lokasinya jauh,” ujar Sugiyo.
Dengan kombinasi metode tersebut, DLH Kutim optimistis sosialisasi dapat menjangkau lebih banyak peserta tanpa mengurangi kualitas informasi yang disampaikan. Sugiyo menegaskan bahwa model hybrid ini terbukti efektif dalam memperluas jangkauan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan limbah B3 di Kutai Timur. (az/adv)














