SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan fase emas yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Pada rentang waktu inilah terjadi perkembangan pesat pada otak, fisik, dan sistem kekebalan tubuh anak. Para ahli menyebut periode ini sebagai “window of opportunity”, karena perkembangan yang terjadi hanya berlangsung sekali dan tidak dapat diulang.
Beberapa pertimbangan HPK sangat penting. Pertama, 80% perkembangan otak berlangsung. Nutrisi yang cukup, stimulasi yang tepat, dan kesehatan ibu hamil sangat mempengaruhi kecerdasan, kemampuan belajar, serta perkembangan emosi anak di masa depan.
Kedua, pencegahan stunting. Stunting umumnya terjadi akibat kekurangan gizi kronis sejak kehamilan hingga usia dua tahun. Dengan pemenuhan gizi pada ibu hamil termasuk asupan protein, zat besi, asam folat, dan vitamin serta pemberian ASI eksklusif 6 bulan dan MPASI bergizi, risiko stunting dapat ditekan.
Ketiga, pembentukan sistem kekebalan tubuh. Nutrisi yang baik selama 1.000 HPK membantu membentuk sistem imun anak. Keempat, dasar pertumbuhan fisik dan motorik dan mempengaruhi kualitas hidup jangka panjang.
“Kesimpulan, 1.000 HPK adalah fondasi bagi masa depan anak. Dengan perhatian serius terhadap gizi, kesehatan, dan stimulasi, anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Upaya bersama dari keluarga, kader posyandu, RT, hingga pemerintah desa sangat penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya,” ujar dr. Meitha P.E. Togas dokter RSUD Kudungga yang juga merupakan tim pakar atau dokter spesialis anak (IDI) Kutim. (az/adv)














