
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur mengajak masyarakat mengingat kembali upaya besar Indonesia dalam melawan wabah malaria yang menjadi tonggak sejarah HKN.
Kepala Dinkes Kutai Timur, Dr. Bahrani Hasanal, menjelaskan bahwa peringatan HKN dimulai pada tahun 1964, saat Indonesia berhasil mengatasi wabah malaria yang pada waktu itu menimbulkan ancaman serius di berbagai wilayah.
Pada masa itu, Presiden Soekarno meluncurkan program penyemprotan pestisida secara masif untuk memberantas malaria di daerah-daerah terdampak.
Keberhasilan program ini tidak hanya sebagai langkah medis, namun juga menunjukkan komitmen negara dalam melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Program ini kemudian menandai awal peringatan HKN sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian kesehatan nasional.
“Penyemprotan pestisida bukan hanya sekedar tindakan medis. Ini adalah bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah saat itu,” kata Dr. Bahrani.
Peringatan HKN kini menjadi tradisi tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Menurut Dr. Bahrani, melalui HKN, masyarakat Kutai Timur diharapkan dapat terinspirasi untuk memperkuat komitmen kesehatan bersama.
Saat ini, meski tantangan kesehatan berbeda dibandingkan dengan tahun 1964, semangat untuk menghadapi masalah kesehatan tetap diperlukan.
“Kami berharap HKN ke-60 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk semakin sadar dan mengambil tindakan nyata dalam menjaga kesehatan bersama,” ujarnya. (adv/so3)














