
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutim, Joni memuji kinerja Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Yang mana diketahui, dari 7 janji Pemkab Kutim, susah sekira 90 persen berjalan.
Tentu hal itu laik diberikan apresiasi. Dirinya sebagai wakil rakyat berharap agar semua janji dapat terealisasi secara maksimal. “Tentu kita akan terus kawal dan berdoa semua dapat terealisasi dengan baik,” katanya.
Dirinya berharap, semua bidang dapat direalisasikan. Baik air bersih, listrik ,dan infrastruktur. Yang mana hal ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Tentu saja antara legislatif dan eksekutif bersinergi untuk mewujudkan hal itu. Kami sebagai wakil rakyat tentu mendukung semua agar pembangunan berjalan lancar di Kutim,” harapnya.
Sebelumnya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman terus fokus bekerja di semua sektor pembangunan di Kutim. Diketahui, kepemimpinan  yang memiliki tagline Menata Kutim Sejahtera Untuk Semua tersebut memiliki tujuh janji utama.
Kata dia, hampir semua visi dan misinya tersebut terealisasi dengan baik. Meskipun ada beberapa hal yang terus diperjuangkan.
“Saya melihat 90 persen sudah tercapai, satu yang masih saya perjuangan yaitu perumahan layak huni, ” kata orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai wartawan usai rapat paripurna ke-10 agenda penyampaian nota penjelasan kepala daerah mengenai rancangan peraturan daerah Kabupaten Kutim tentang APBD Tahun Anggaran 2024 di Kantor DPRD Kutim, Rabu (8/11/2023).
Sebelumnya, ia sudah berkolaborasi dengan provinsi namun pergerakannya tak signifikan. Jadi di tahun depan melalui Pemkab sendiri bisa menjalankan program rumah layak huni yang lebih banyak. Kemudian secara signifikan pergerakan di KEK MBTK sudah mulai banyak investor menanam proyeknya.
“Perusahaan-perusahaan yang masuk KEK MBTK bakal segera membangun infrastrukturnya untuk persiapan 2025. Yaitu pabrik minyak goreng. Program terkait ekonomi kerakyatan,” ucapnya.
Selanjutnya program tenaga kerja sudah hampir 80 persen yang terserap. Jadi tenaga kerja yang terserap dari semua sektor tenaga kerja formal, non formal dan informal. Tapi tenaga kerja formal tetap yang harus diperhatikan. Sementara di bidang pendidikan adanya akreditasi dan beberapanya masih merangkak, melalui Disdik yang harus bekerja keras keras mewujudkan akreditasi sekolah-sekolah yang ada di Kutim.
“Jadi, hanya sedikit yang belum tercapai karena belum dimaksimalkan,” tegasnya.
Untuk peningkatan infrastruktur jalan di antaranya multi years sedang dalam pergerakan. Misalnya groundbreaking peningkatan jalan di Kaliorang. Ia berharap pergerakan peningkatan infrastruktur mulai tahun ini sampai selesai tahun depan bisa berjalan dengan baik.
“Insyaallah, semuanya sesuai dengan yang telah diprogramkan,” imbuhnya.
Terakhir, ia menegaskan apabila ada penambahan kegiatan di antara 7 skala prioritas itu adalah bonus. (adv/so1)














