
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Pasar ilegal kian marak di Sangatta. Hampir di setiap sisi. Sepanjang jalan utama. Baik jual ikan, ayam, sayur, buah dan lainnya.
Sebenarnya, mereka kerap ditertibkan. Namun tak membuahkan hasil. Mereka tetap kembali lagi. Drainase banyak dimanfaatkan untuk berjualan.
Parahnya lagi, toko-toko juga memakan drainase bahkan jalan. Bangunan mereka hingga menutup drainase. Itu yang menjadi perhatian anggota DPRD Kutim.
Maswar mengatakan sebagai masyarakat melihat hal itu merasa mengganggu. Tapi disisi lain juga merasa terbantu dengan keberadaan pasar itu, apalagi mereka bisa buka sampai malam.
“Namun disisi lain, dirinya juga berharap pemerintah bisa segera mencarikan solusi terkait keberadaan pasar tumpah yang menurut sebagian masyarakat sangat membantu dalam mendapatkan kebutuhan bahan pangan, mengingat lokasi pasar yang berada di tengah pemukiman warga,” katanya.
Dirinya berharap pemerintah bisa menghitung mana yang banyak bisa memberikan manfaat atau mudharatnya, namun perlu juga dari sisi aturan.
“Keberadaan pasar yang sebelumnya banyak dikeluhkan oleh sebagian masyarakat, karena mengambil sebagian bahu jalan, kini sudah mulai tertata rapi setelah sebelumnya melalui pemerintah Kabupaten dan Kecamatan melakukan penertiban di kawasan tersebut,” katanya.
Sebelumnya, masyarakat mengeluh lantaran drainase dijadikan sebagai wadah berjualan. Mereka cukup terganggu baik saat berkendara maupun aroma tak sedap saat melintas. (adv/so1)














