Sorot Pasar Tumpah

  • Bagikan
Muhammad Amin, Anggota DPRD Kutim Fraksi Partai Demokrat

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Pemkab Kutim sudah membangun Pasar Induk Sangatta (PIS) di dua tempat. Yakni di Sangatta Utara dan Selatan. Kedua pasar ini  dianggap bisa menjadi solusi dalam mengatasi pedagang pasar yang kerap berjualan di pinggir jalan.

Namun sayang, kedua pasar ini tak dimanfaatkan pedagang eceran dengan baik. Mereka lebih memilih berjualan di luar pasar. Tentu saja hal itu menjadi sorotan banyak pihak. Diantaranya anggota DPRD Kutim.

Fraksi Demokrat Muhammad Amin mengatakan  pedagang banyak yang mengeluh atas keberadaan pasar tumpah tersebut.

“Pasar Induk dan Pasar Sangatta Selatan yang dibangun pemerintah dengan nilai puluhan miliar rupiah, sepi, karena pasar tumpah ada dimana-mana,” katanya.

Banyak masalah yang muncul akibat pasar tumpah. Pertama, jalan makin macet, terutama pada pagi hari, dan sore hari saat karyawan pulang kerja. Dengan kondisi seperti itu, bukan tidak mungkin bisa terjadi kecelakaan akibat padatnya kendaraan.

“Kami minta agar pemerintah tegas, pindahkan pedagang kembali masuk ke pasar, gunakan pasar sesuai fungsinya,” katanya.

Pasar tumpah sendiri adalah pasar yang menempati bahu jalan untuk para pedagang berjualan yang biasanya berada di sekitar kawasan pasar tradisional.

Sebelumnya, masyarakat Sangatta mengeluh atas banyaknya pasar tumpah yang memanfaatkan trotoar jalan. Pasalnya, jalan terganggu dan aktivitas masyarakat tersendat. (adv/so1)

  • Bagikan