
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Tingkat antusiasme peserta didik baru di setiap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tak bisa ditentukan begitu saja. Mengingat jumlah yang mendaftar di sekolah selalu bervariatif setiap tahunnya.
Hal itu pun juga menjadi perhatian jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Salah satunya Sayid Anjas. Ya, Ketua Fraksi Golkar itu tampaknya memberikan perhatian lebih terhadap proses PPDB. Menurutnya, dengan mengetahui jumlah peserta didik setiap tahunnya, maka akan memudahkan dalam membuat perencanaan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) di setiap sekolah.
“Apalagi sekarang ada beberapa sekolah yang masih kekurangan ruang kelas. Makanya dibutuhkan pembangunan RKB untuk memaksimalkan proses belajar mengajar,” sebutnya.
Padahal, kata dia, sudah diketahui SD dan SMP favorite. Tentu banyak siswa yang mendaftar di sana. Harusnya itu bisa jadi pertimbangan setiap tahunnya, terutama untuk menambah RKB.
“Pemahanan secara mendalam, terkait skala prioritas terhadap peserta didik baru harus menjadi perhatian serius. Jangan seperti sekarang, kekurangan baru rame. Padahal membangun yang baru dibutuhkan kondisi riil di setiap sekolah. Bukan sekedar spekulasi. Itu tidak bisa jadi patokan,” paparnya.
Dengan data yang riil itu, maka diperoleh data yang akan menjadi dasar bagi pihak legislatif untuk menentukan kebutuhan RKB di setiap sekolah.
“Makanya diperlukan pemahaman preferensi dan antusiasme peserta didik baru. Kami (dewan) bisa mengalokasikan anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunannya,” ucapnya. (adv/so2)














