
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit, masih menjadi penopang kelangsungan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sedangkan sektor pertanian, juga memberikan kontribusi yang sama. Terutama untuk komoditas padi sawah.
Setidaknya, hasil panen padi sawah dapat memenuhi kebutuhan warga lokal. Sehingga sektor tersebut terus ditingkatkan. Salah satunya kecamatan yang memiliki potensi diterapkanya itu, yakni Kecamatan Teluk Pandan.
“Warganya (Teluk Pandan) banyak bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan padi sawah sebagai sumber pendapatan,” sebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Joni.
Dia menilai, pertanian padi akan lebih menguntungkan bagi masyarakat di masa mendatang. Dia memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada para petani tersebut.
“Ini memang harus didukung. Ekonomi global sedang mendera beberapa negara. Bahkan ada yang menghadapi krisis pangan. Makanya kita harus punya cadangan pangan yang memadai,” jelas Politikus PPP itu.
Menurutnya, situasi itu juga berpotensi terjadi di Indonesia. Apalagi gencarnya informasi fenomena El Nino, yang dapat meningkatkan suhu panas dan berdampak pada musim kemarau panjang. Tak heran jika dirinya memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), menjadikan kawasan Teluk Pandan sebagai lumbung padi.
“Harus direalisasikan. Ini program bagus. OPD (organisasi perangkat daerah) terkait segera menindaklanjuti,” imbuhnya.
Salah satunya, dengan menyusun rencana sebaik-baiknya. Sebagai upaya memastikan pelaksanaan program berjalan baik, sesuai yang diharap-harapkan. Dia memastikan siap mengawal proses pembangunan dan program yang berkelanjutan melalui aspirasinya.
“Program ini kalau dijalankan benar-benar tepat sasaran,” ucapnya. (adv/so2)














