
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutim, Joni ikut bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman panen raya di Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kutim. Mereka diundang oleh Poktan Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS).
Joni memberikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya memberikan pemenuhan kebutuhan pangan buat masyarakat Kutim. Khususnya padi. Yang mana diketahui, Teluk Pandan tak hanya menghasilkan padi, akan tetapi juga penghasil aren dan sawit.
“Para petani merupakan salah satu ujung tombak pertanian di Kutim. Mereka terus berusaha mewujudkan mimpi Kutim yakni meraih swasembada pangan. Semoga saja dapat terwujud. Untuk itu, semua peran wajib memberikan dukungan,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama kelompok tani (Poktan) Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) yang merupakan Petani mitra binaan melakukan panen raya padi organik. Panen itu berlangsung di Jalan Poros Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan.
Saat sambutan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi upaya pendukung dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat Teluk Pandan khususnya pada bidang pertanian.
“Semoga kerja sama dan sinergi terus terjalin,” ujar orang nomor satu di Pemkab Kutim itu.
Ardiansyah menambahkan, usai dipanen ini pekerjaan selanjutnya adalah bagaimana memasarkan beras yang sudah dipanen ini. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk meminta seluruh pegawai di lingkup Pemkab Kutim untuk mendukung hasil produksi daerah.
“Dengan pegawai membeli, dan dibantu perusahaan tentunya petani kita akan merasakan dampak positifnya. Karena yang jadi persoalan jika produksi kita tinggi tapi permintaan yang berkurang. Nah ini yang akan kita fokuskan,” kata Ardiansyah dihadapan Ketua DPRD Kutim Joni, Kepala DTPHP Dyah Ratnaningrum, Kadis PUPR M Muhir, Kadispar Nurullah, para Kades,
perwakilan FKPD, unsur muspika dan perwakilan perusahaan sekitar Teluk Pandan.
Selain itu, kata dia lahan seluas 30 hektare ini bakal disulap jadi kawasan agrowisata. Sehingga warga Kutim tak perlu jauh-jauh lagi ke Bontang jika ingin menikmati suasana santai bersama keluarga.
“Di Teluk Pandan di lahan ini akan kita jadikan surga wisata,” ujarnya.
Sebelumnya, perwakilan Poktan BOSS Syahroni mengatakan di musim tanam ini, ia berserta rekannya menanam padi di lahan 30 hektare dibagi menjadi lahan konferensi 25 hektare dan lahan organik 5 hektare.
“Panen padi kali ini 5,5 ton per hektare. Alhamdulillah hasil padi organik Poktan BOSS ini juga dibawa ke Penas KTNA di Padang untuk dipasarkan. Mudah-mudahan hasil padi dari Kutim ini bisa dikenal se-Indonesia,” imbuhnya.
Ia berharap ASN dan karyawan perusahaan-perusahaan yang ada di Kutim bisa diarahkan untuk membeli hasil padi organik dan mengonsumsinya. Ataupun ke depannya Poktan ini dibantu untuk pemasarannya oleh Pemkab Kutim. (adv/so1)














