Banyak Usulan Masyarakat Saat Reses, Sekarang Jalan Kebun Masih Prioritas

  • Bagikan
Ketua DPRD Kutim Joni

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Setiap perwakilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), dari masing-masing daerah pemilihan (dapil) telah menyampaikan hasil penyaringan aspirasinya yang diserap saat gelaran reses April 2023 lalu.

Hasilnya pun telah disampaikan dalam rapat paripurna yang berlangsung beberapa hari yang lalu. Sehingga setiap anggota dewan dipastikan telah menerima berbagai usulan dari masyarakat. Tak terkecuali Ketua DPRD Kutim Joni, saat ditemui di rumah jabatan (rujab), belum lama ini.

Ya, politikus PPP itu mengaku sudah menggelar reses di tiga desa dari dua kecamatan. Di antaranya di RT 01 Desa Teluk Pandan (Kecamatan Teluk Pandan), Desa Margo Mulyo dan Rantau Makmur (Kecamatan Rantau Pulung).

“Saat proses tanya jawab berlangsung, memang banyak poin yang dikeluhkan dan diharapkan oleh masyarakat,” katanya.

Dia tidak menampik, usulan infrastruktur jalan umum dan jalan kebun mendominasi permintaan masyarakat. Termasuk usulan para petani, yang membutuhkan alat berkebun sawit, panen dan pupuk.

“Kalau para nelayan kan permintaannya tidak sama dengan petani. Mereka (nelayan) Teluk Pandan berharap diberikan bantuan menangkap ikan,” ungkapnya.

Adapun jalan kebun, Sekretaris DPC PPP itu mengungkapkan, kebanyakan masyarakat berharap dibukakan jalan baru. Sedangkan jalan yang sudah ada diminta untuk ditingkatkan dengan pengerasan.

“Di sana kebanyakan petani sawit mandiri. Makanya mereka meminta agar dilakukan pengerasan jalan menuju kebun. Termasuk jalan pembelah sawah,” tuturnya.

Dia menilai, menjadi kewajiban baginya untuk merealisasikan apa yang telah diminta para petani tersebut. Mengingat, kondisi jalan yang buruk kerap menyulitkan para petani mengeluarkan hasil kebunnya. Apalagi mereka mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor.

“Makanya kalau hujan mereka kesulitan. Kan jalannya jadi licin. Kasian juga kalau tidak direalisasikan,” ucapnya.

Maka itu, perlu dibangunkan jalan dan pengerasan jalan yang sudah ada. Apalagi tujuannya sudah sangat jelas, untuk memudahkan para petani mengangkut hasil panen.

“Kalau jalannya (jalan kebun) sudah diperbaiki, perekonomian masyarakat akan menjadi lebih baik. Kan biaya angkut menjadi berkurang dengan mudahnya mengangkut hasil panen,” paparnya.

Apalagi, jarak menjadi lebih dengan dan medan yang dilalui juga menjadi lebih mudah. Sehingga sangat patutu untuk membangungan jalan yang representatif untuk memudahkan akses para petani.

“Memang tidak hanya usulan jalan kebun. Ada juga usulan jalan gang di kampung-kampung yang kebanyakan belum disemenisasi,” terangnya.

Meskipun pengerasan terhadap badan jalan sudah dilakukan, namun warga tetap berharap dibangun secara permanen. Namun, kata dia, yang mau direalisasikan seperti pengerasan dan pembukaan akses jalan.

“Sekarang yang menjadi prioritas program seperti itu,” tutupnya. (adv/so2)

  • Bagikan