SIBERONE.ID, KUTIM – Koramil 0909-01/Sangatta merupakan satuan kewilayahan yang membina Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, dengan jumlah penduduk yang paling banyak di kabupaten Kutai Timur (Kutim). Tentu memiliki permasalahan sangat beragam dari berbagai bidang. Salah satunya masalah kesehatan atau HIV/AIDS.
Untuk lebih mengetahui perkembangan tentang penyakit tersebut, Babinsa Sangatta Selatan Peltu M Hasibuan, berkesempatan menghadiri rapat koordinasi tentang pemetaan dan estimasi terkait kasus HIV/AIDS di dua kecamatan tersebut.
“Dengan adanya pemetaan HIV/AIDS ini, kita akan paham daerah yang masuk dalam zona rawan,” sebutnya.
Sehingga tim kesehatan harus lebih sering melakukan sosialisasi tentang HIV/AIDS. Khususnya bagi kawasan yang diduga ada kegiatan terlarang. Perlu pula disosialisasikan kepada dunia pendidikan serta masyarakat umum, agar mereka tahu daerah yang disinyalir ada penderita HIV/AIDS.
“Saya harap para penderita tidak malu menyampaikan keluhan-keluhan terkait penyakit itu. Demi keamanan dan kesehatan mereka,” harapnya.
Perlu diketahui, kegiatan itu juga dihadiri Babinsa Sangatta Utara Serda Bintang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Erma Ariani, Ketua Komisi Pemberantasan HIV/AIDS Kutim Harmaji, Camat Sangatta Selatan Vita Nurhasanah, Kapolsek Sangatta Utara diwakili Ipda Kornelius Rima, Kapolsubsektor Sangatta Selatan Ipda agus susilo, Tim Penjangkau Lapangan HIV Kaltim Supiansyah, Kasatpol PP Kutim diwakili Tahang, Puskesmas Sangatta Selatan Marlon, Puskesmas Bengalon dr Manurung serta perwakilan PT KPC. (so)














