SiberOne.id – Tim Macan Polres Kutim berhasil mengamankan residivis pencurian pada 25 Juli lalu (tengah malam). Pelaku warga Sangatta bernama Irfan (26). Dia sudah empat kali diterkam tim macan.
Sejak beroperasi Mare hingga September, dia berhasil menggondol mesin trafo, bor, alat ketam elektrik, kabel dan gerinda. Bahkan, jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 6 juta lebih.
Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf mengatakan, pelaku sudah diamati tim macan sejak bebas dari kurungan ketiga kalinya, pada 2019 lalu. Tapi, pelaku selalu berpindah-pindah.
“Kami amankan saat sedang di rumah bersama orang tuanya. Pengakuannya beraksi sendiri. Keterangan saksi dan petunjuk juga sendirian. Setiap beraksi hanya menggunakan celana pendek,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko menyebut, ada delapan tempat kejadian perkara (TKP) yang menjadi sasaran operasi pelaku. Jalan Pendidikan, Jalan Dayung, Jalan Ringroad dan Jalan Kenyamukan.
“Berdasarkan CCTV, aksi pelaku seperti tuyul. Tidak pernah mengenakan baju, hanya celana,” jelasnya, Senin (27/9/2021).
Identitasnya terungkap ketika sosoknya terlihat jelas di CCTV milik salah satu korban. Pelaku juga kerap beraksi di rumah rumah kosong dan berpenghuni.
“Dia pernah diamankan atas aksi pencurian mesin pemotong rumput, burung dan kamera. Pernah divonis selama 1,3 tahun. Sekarang, ancaman maksimal tujuh tahun penjara, pada pasal 363,” tegasnya.

Pihaknya akan terus menindak seluruh kegiatan kriminal di wilayah Kutim. Apalagi, tingkat kriminalitas menurun dibanding dengan tahun lalu.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Tim macam akan terus mengawal kamtibmas di Kutim,” pungkasnya.
Sementara pelaku, Irfan mengaku sudah tiga tahun lebih beraksi di kawasan Sangatta. Lokasi bangunan memang diincarnya.
“Dulu pernah jadi pekerja bangunan. Hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” bebernya.
Meski selalu beraksi sendiri, dia sudah menghasilkan Rp 5 juta dari hasil penjualan. Perbuatan itu terpaksa dilakukannya karena tidak memiliki pekerjaan. Namun, ketika melakukan aksinya, pisau dapur sering menjadi senjata untuk mencungkil jendela dan lainnya.
Mengenai tanpa pakaian, dia beralasan pakaiannya sedang basah.
“Tidak ada tujuan apa-apa,” paparnya. (so)














