SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Fraksi Partai NasDem DPRD Kutai Timur secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjelaskan urgensi pelaksanaan 18 kegiatan dalam rencana kegiatan tahun jamak (Multiyears Contract) dengan total alokasi anggaran mencapai Rp1,08 triliun.
Anggota Fraksi NasDem DPRD Kutim Aldryansyah, saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna, Selasa (25/11/2025), menilai alokasi dana triliunan rupiah untuk proyek multiyears tersebut perlu dipertanyakan, terutama di tengah tekanan keuangan daerah.
”Kami memohon penjelasan mengenai urgensi Pelaksanaan 18 kegiatan dalam rencana kegiatan tahun jamak sebesar Rp1.081.500.000.000,- (Rp1,08T) terhadap kondisi keuangan daerah yang mengalami pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) lebih dari 70% dan beban mandatory spending yang diamanatkan, di tengah fokus program prioritas daerah saat ini,” tegas Aldryansyah.
Sorotan Fraksi Nasdem ini didasarkan pada pertimbangan bahwa proyeksi anggaran triliunan rupiah untuk kegiatan multiyears berpotensi membebani keuangan daerah, terutama karena adanya pemotongan signifikan dari dana transfer pusat (TKD). Fraksi NasDem khawatir bahwa komitmen jangka panjang ini dapat mengganggu fleksibilitas APBD 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Aldryansyah menekankan bahwa setiap kegiatan pembangunan, khususnya proyek berskala besar dan multi-tahun, harus memiliki justifikasi yang kuat dan urgensi tinggi, serta harus selaras dengan fokus program prioritas daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penjelasan mengenai urgensi proyek MYC ini dianggap krusial sebelum Fraksi NasDem memberikan persetujuan akhir terhadap RAPBD 2026. (adv/soj)
NasDem Pertanyakan Urgensi Proyek Multiyears Rp1,08 Triliun














