SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR— Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dikebut. Ketua Komisi C DPRD Kutim Bidang Pembangunan, H. Ardiansyah, menegaskan bahwa proyek-proyek fisik yang telah dilelang kini sebagian besar sudah mulai berjalan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa dokumen anggaran untuk seluruh proyek yang masuk tahap lelang juga telah tuntas.
“Yang sudah dilelang, sebagian sudah jalan. Malam ini tinggal menyepakati proyek Multi Years Contract (MYC),” ujar Ardiansyah Jumat, (21/11/2025).
Menurutnya, MYC tahun ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi paket yang seluruh berkasnya telah lengkap, sementara tahap kedua masih menunggu hasil Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).
Ia optimistis bahwa pada tahun 2029 pembangunan jalan di Kutim bisa merata, termasuk wilayah yang selama ini diharapkan masyarakat seperti Sandaran, Busang, Muara Ancalong, dan Muara Bengkal.
“Semua wilayah itu sudah masuk tahap pertama. Harapan kita tidak ada lagi desa yang terisolasi,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan, Ardiansyah juga menyinggung pentingnya kesiapan infrastruktur pendidikan. Ia menyatakan pembangunan SMA baru di Sangatta Selatan sudah dalam proses, dan tinggal menunggu tahapan aksi setelah masuk sistem LPSE.
Dengan mayoritas proyek strategis mulai berproses, Komisi C memastikan tahun 2026 akan menjadi tahun percepatan pembangunan konektivitas antar desa dan antar kecamatan di Kutai Timur. (adv/sl)














