DPRD Kutai Timur Bahas Pengurangan Kuota Solar dan Antrian Panjang di SPBU

  • Bagikan
Kondisi Antrian panjang di SPBU

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Antrian panjang di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar jenis solar kembali menjadi sorotan di Kutai Timur. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmi, mengungkapkan bahwa pengurangan kuota BBM solar di Kalimantan Timur menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan tersebut.

“Ya, memang kuota BBM solar di Kalimantan Timur ini memang dikurangi, sesuai dengan perhitungan kebutuhan,” jelas Jimmi.

Ia menambahkan, pengurangan kuota solar dilakukan berdasarkan estimasi kebutuhan, dengan skala pemanfaatan untuk distribusi industri yang diperkirakan cukup sekitar 22 ribu ton. Menurut Jimmi, Pertamina telah melakukan perhitungan dan distribusi solar di sektor industri diharapkan mencukupi dengan alokasi tersebut.

“Pertamina sudah melakukan perhitungan untuk distribusi BBM solar industri, dan memang jumlah yang disediakan sekitar 22 ribu ton,” terang Jimmi.

Namun, meski perhitungan menunjukkan kecukupan, kenyataannya antrian panjang tetap terjadi. Jimmi pun mengingatkan, kelangkaan ini perlu dicermati lebih lanjut untuk menghindari potensi penimbunan solar yang dapat memperburuk situasi.

“Jika menurut perhitungan Pertamina itu cukup, berarti di wilayah kita ini pastinya cukup, tapi kita lihat ternyata masih ada antrian panjang,” ungkapnya.

Jimmi berharap pihak berwenang bisa lebih aktif dalam mengawasi distribusi BBM agar kelangkaan solar dapat segera teratasi. (adv/so3)

  • Bagikan