
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kutai Timur, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) melalui juru bicaranya Hj. Hasna, menyampaikan pendapat akhir yang menyoroti pentingnya pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Fraksi Golkar menegaskan bahwa RPJPD 2025-2045 adalah dokumen strategis yang menjadi acuan pembangunan jangka panjang di Kabupaten Kutai Timur, sejalan dengan visi Kutai Timur hebat 2045 sebagai pusat hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) yang Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan.
“RPJPD ini dirancang secara komprehensif sesuai dengan kemampuan sumber daya keuangan daerah, demi memastikan pembangunan terarah, konsisten, dan sesuai kebutuhan daerah,” ujar Hj. Hasna.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan Dalam pandangannya, Fraksi Golkar menyampaikan beberapa isu strategis yang harus menjadi fokus dalam RPJPD, antara lain:
1. Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui komitmen pada sektor pendidikan.
2. Peningkatan kualitas layanan kesehatan, yang harus terus diupayakan setiap tahun.
3. Pemerataan infrastruktur dasar, dimulai dari desa-desa.
4. Akses air minum layak di setiap kecamatan dan desa.
5. Ketahanan pangan, dengan memperkuat sektor pertanian.
6. Pengentasan kemiskinan dan kawasan kumuh sebagai prioritas pembangunan perkotaan.
7. Pencegahan stunting dan gizi buruk, yang wajib menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Mendukung Pengesahan Raperda RPJPD Hj. Hasna menekankan pentingnya antisipasi pertumbuhan penduduk dalam lima periode ke depan, termasuk penyediaan permukiman sesuai tata ruang, lapangan kerja, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan.
Dengan mencermati berbagai aspek strategis tersebut, Fraksi Golkar secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Raperda RPJPD 2025-2045 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah.
“Kami percaya dokumen ini akan menjadi pedoman penting dalam menjaga arah kebijakan pembangunan Kutai Timur yang berkelanjutan,” tutup Hj. Hasna.
Sidang paripurna ini menjadi langkah besar bagi Kutai Timur dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang hingga tahun 2045, yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan sumber daya yang inklusif dan berkelanjutan. (adv/so3)














