
SIBERONE.ID, KUTIM – Dari 135 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terdapat banyak potensi untuk dikembangkan. Salah satunya Desa Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, yang berpotensi menjadi objek wisata unggulan daerah ini.
Sebab memiliki keunggulan yang tidak dimiliki desa lainnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Nurullah. Menurutnya, Pulang Miang saat ini sedang dalam persiapan menyambut event Sail Sangkulirang yang digelar 2024 mendatang.
“Makanya fasilitasnya terus ditingkatkan. Termasuk homestay yang nantinya sangat diperlukan,” jelasnya, Senin (28/11/2022).
Selain infrastruktur, pihaknya juga mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dia menyadari, pihaknya tidak dapat bergerak sendiri. Sehingga membutuhkan partner dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPd) yang dapat menunjang. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).
“Pariwisata memang harus memandang ke depan. Apa yang harus disiapkan, karena Kutim punya keindahan alam yang harus didukung dengan infrastrukturnya,” jelasnya.
Menurutnya, potensi yang dimiliki Pulau Miang tidak dapat di pandang sebelah mata. Pasalnya, pengunjungnya dapat melakukan aktivitas snorkeling dan diving.
“Memang terumbu karang sangat indah. Makanya harus dimaksimalkan dengan fasilitas yang memadai,” terangnya.
Sedangkan Lanal Sangatta, kata dia, sudah mengembangkan konsep Kampung Bahari Nusantara (KBN). Sehingga sudah menjadi keharusan agar Pulau Miang terus dikembangkan.
“Pulang Miang juga akan menjadi tempat persinggahan saat pelaksanaan Sail Sangkulirang,” tutupnya.
Perlu diketahui, untuk menuju Pulau Miang, diperlukan perjalanan laut sekitar 45 menit dari Sangkulirang. Apabila menggunakan perahu kayu dengan mesin kecil yang biasa digunakan masyarakat setempat, memerlukan waktu satu hingga satu setengah jam.
Sedangkan luas pulau itu, diperkirakan mencapai 3 kilometer persegi. Namun penduduk di sana cukup tenteram dengan kehidupan yang dijalani selama ini. Meski fasilitas masih terbatas masyarakat tetap menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik. Satu sama lainnya saling mendukung, membantu dan bersosialisasi dengan baik. (adv/so)














