
SIBERONE.ID, KUTIM – Memberikan pelayan listrik hingga kawasan pedalaman dan pesisir terus diupayakan Pemkab Kutim. Kerja sama dengan perusahaan swasta pun ditempuh. Hal itu bertujuan agar layanan listrik dapat dinikmati seluruh desa.
Pemkab pun menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pihak terkait. Di antaranya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, PT Bumi Mas Agro (BMA), PT PLN, dan PT Kayan Hydro Energy (KHE), Selasa (15/11/2022).
Rakor tersebut digelar, lantaran masih ada sembilan di Kecamatan Sangkulirang dan Sandaran yang belum menikmati layanan listrik. Tujuh di antaranya berada di Kecamatan Sandaran. Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang memastikan, rakor itu untuk menindaklanjuti permasalahan antara PT BMA dan PT KHE.
“Jadi, PT BMA ini sudah bersedia memanfaatkan excess power untuk dialirkan kepada warga,” katanya.
Hanya saja, belum bisa direalisasikan lantaran izin mendistribusikan listrik masih dimiliki PT KHE. Sedangkan sampai sekarang, PT KHE justru tidak ada pergerakan. Sehingga layanan listrik pun belum dirasakan masyarakat.
“Sekarang mereka (PT KHE) bersedia melepas izinnya. Makanya PT MBA sudah bisa bekerja sama dengan PLN untuk merealisasikan hajat masyarakat pesisir,” sebut politikus Golkar itu.
Pihaknya pun akan menyerahkan notulen rapat tersebut pada Kementerian ESDM. Mengingat, PT BMA masih berkomitmen mengalirkan listriknya. Bahkan mereka sudah berkoordinasi dengan pihak PLN.
“Ini bagian dari komunikasi yang baik. Semoga cepat terealisasi, agar masyarakat cepat menerima layanan listrik,” sebutnya.
Apalagi PT BMA menyediakan excess power hingga 1,2 megawatt, yang dapat mengaliri sembilan desa di sana. Bahkan mereka sudah melakukan survei secara detail dengan kepala desa mengenai kebutuhan listrik setiap rumah.
“Semoga cepat direalisasikan,” harapnya. (adv/so)














