SIBERONE.ID, KUTIM – Sebagai anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Gerindra, Yan Ipui merupakan salah satu putra terbaik Kutim yang memilih meninggalkan profesinya sebagai guru. Padahal profesi tersebut telah digelutinya selama 22 tahun.
Mantan kepala sekolah di salah satu SD di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen itu rela melepas statusnya dengan mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Hal itu tak lain, demi memajukan kesejahteraan masyarakat desanya melalui jalur politik.
Putra dari pasangan Ipui Lawai dan Ahan Lian (almarhum) itu mengaku tak kuasa menahan dorongan untuk membaktikan diri. Setelah berkali-kali pemilihan wakil rakyat maupun pemilukada, dirinya melihat warga Desa Rantau Panjang hanya bermimpi dan menjadi penonton akan pembangunan kemajuan yang terjadi di berbagai wilayah lain di Kutim.
“Sebagai putra daerah, saya mencoba mewujudkan mimpi masyarakat untuk mengecap kesetaraan, kesamaan dalam berbagai bidang pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Dengan jalan ini, saya mencoba mewujudkan setiap aspirasi yang dicetuskan masyarakat,” katanya.
Sebagai keturunan asli suku Dayak Kenyah sub Lepok Tepu, selama dua tahun menjabat sebagai wakil rakyat dari dapil 3, dia juga terus menggalakan pembangunan ekonomi konstituennya melalui sektor pertanian dan perkebunan. Tidak itu saja, melalui jalur aspirasi dirinya terus berupaya mengarahkan agar infrastruktur di wilayah binaannya terbangun secara merata.
“Sehingga roda perekonomian masyarakat dapat terus tumbuh,” ucapnya.
Sejak pertama menjabat sebagai anggota dewan, dia tak menampik bahwa tidak mudah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kendati demikian, secara bertahap hasil yang telah diperjuangkannya cukup signifikan.
“Sudah mulai terlihat dan dirasakan masyarakat. Terutama sektor perkebunan yang juga mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra. Meskipun awalnya saya sempat kaget, tidak mudah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya,” tutupnya. (adv/so)














