Beri Apresiasi Dalam Pandangan Umumnya, Fraksi PDIP Minta Pemkab Maksimalkan Pengawasan Pelaksanaan APBD

  • Bagikan
Anggota DPRD Kutim Fraksi PDIP, Yusuf Silambi tampak menyerahkan dokumen pandangan umum fraksinya.

SIBERONE.ID, KUTIM – Rapat paripurna ke-16 telah digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Senin (20/6/2022). Ya, fraksi-fraksi dalam dewan menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021.

Anggota DPRD Kutim, dari Fraksi PDI Perjuangan Yusuf Silambi menyampaikan pandangan umum fraksinya. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran. Pemerintah daerah (pemda) harus memiliki kemampuan mengelola APBD secara dinamis. Sehingga dapat memaksimalkan pencapaian keuangan.

“Termasuk dalam pelaporannya serta memaksimalkan pengawasan langsung secara berkala terhadap pelaksanaan APBD. Sebagaimana penerima anggaran,” ujarnya.

Pemkab harus memiliki kemampuan mengelola keuangan secara dinamis, dengan pengawasan langsung secara berkala. Terkait utang belanja, pihaknya mempertanyakan, apakah utang 2021 sudah terselesaikan semua.

“Utang menjadi kewajiban untuk diselesaikan. Itu akan berdampak pada pembangunan Kutai Timur ke depannya,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar pemkab memaksimalkan sumber pendapatan asli daerah (PAD). Baik sektor pariwisata maupun sektor lainnya.

“Potensi PAD yang bisa digali sangat besar. Kalau dimaksimalkan akan membuat pembangunan semakin baik lagi. Utamakan program yang pro rakyat,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya memberikan apresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), dalam hal pembangunan. Salah satunya, pemerintah telah berhasil meraih prestasi dengan memperoleh penghargaan dalam implementasi program komunikasi dan informatika desa dan kecamatan.

“Ini harus terus ditingkatkan. Agar lebih merata dan dapat dinikmati seluruh masyarakat perkotaan dan pedesaan,” imbuhnya.

Adapun perlakuan terhadap industri pertanian, melalui momentum Hari Krida Pertanian. Dapat menjadi stimulan atau semangat untuk terus mendorong majunya sektor tersebut.

“Kami mendorong pemkab untuk melakukan pengecekan hewan ternak. Baik lokal maupun luar Kutim,” pungkasnya. (adv/so)

  • Bagikan