SiberOne.id – Meski curah hujan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara (Stienus) Sangatta, jurusan ekonomi dan akuntansi tetap menggelar prosesi wisuda bagi 392 wisudawan, Jumat (8/10/2021), pukul 14.00 Wita.
Prosesi wisuda kali ini diikuti 181 wisudawan dalam angkatan VIII dan 211 wisudawan angkatan XI, yang akan digelar hari selanjutnya (Sabtu, 9/10/2021). Banyaknya jumlah wisudawan, lantaran tidak ingin mengikuti proses wisuda secara online.
Menghadiri prosesi wisuda, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, wisuda merupakan kebanggaan bagi mahasiswa. Namun, dia mengkhawatirkan psikologi para wisudawan.
“Tapi tetap saya katakan, bidang studi pelajaran yang diterima di kampus ternyata berbeda. Di lapangan jauh lebih banyak untuk pengabdian. Mereka harus beradaptasi,” katanya.
Bukan karena tidak sesuai dengan ilmu yang diperoleh. Melainkan, kebanyakan tidak bisa menyesuaikan. Padahal hal tersebut bukan lah persoalannya.
“Makanya saya tekankan. Agar siap untuk beradaptasi. Harus mau belajar hal baru,” sebutnya.
Politikus PKS itu memastikan, bahwa ke depannya akan ada kerja sama antara pemerintah dengan perguruan tinggi di Kutim.
“Pemerintah pasti membutuhkan kajian akademik. Ke depan kerja sama seperti ini yang akan dijajaki,” terangnya.
Selain itu, untuk mendukung pendidikan di segala tingkatan. Pemkab sedang mempersiapkan beasiswa Kutim Tuntas.
“Sekarang masih persiapan untuk dimatangkan. Semoga berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Stinues Dr Amransyah berharap wisudawan bisa sukses. Mengenai keinginan kerja sama pemkab dengan perguruan tinggi di Kutim, pihaknya bisa bermitra untuk memberikan kajian akademik.
“Semua bergantung kepada pemerintah daerah,” sebutnya.
Kendati demikian, pihaknya juga akan meningkatkan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas SDM di Kutim. Apalagi dalam beberapa waktu ke depan, investasi akan memasuki Kutim.
“Makanya SDM harus siap. Kami harap SDM yang kami siapkan dapat mendukung pembangunan,” ucapnya.

Memuluskan hal tersebut, pada 2022 pihaknya akan membuka laboratorium bahasa. Hal tersebut dilakukan Stienus untuk meningkatkan bahasa asing.
“Makanya kami memerlukan dukungan pemerintah daerah. Kami siapkan dulu berkasnya, agar lebih siap,” sebutnya.
Stienus sudah memiliki alumni sebanyak 1.241. Sedangkan untuk mendukung pendidikan di Kutim, pihaknya akan membuka program S2 dua tahun depan.
“Sekarang kami sedang menyiapkan SDM yang dibiayai untuk menempuh S2,” tutupnya.
Perlu diketahui, pelaksanaan prosesi wisuda tersebut tidak terlaksana begitu saja. Para wisudawan dan pendampingnya dipastikan sudah melakukan swab antigen. Termasuk seluruh panitia.
Sementara untuk memastikan keamanan saat pelaksanaan wisuda. Stienus Sangatta bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim, Kodim 0909/ Kutim dan Polres Kutim. (so)














