SIBERONE.ID, KUTIM – Komandan Kodim 0909/Kutai Timur Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, menjadi narasumber wawasan kebangsaan kepada calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kegiatan itu berlangsung hotel yang berada di Kecamatan Sangatta Utara.
“Momentum ini sangatlah baik dan tepat guna, membangkitkan semangat para generasi muda. Terkhusus para pelajar yang terlibat dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, mewakili para generasi muda di 17 Agustus nanti,” ucapnya.
Melalui aksi nyata seperti penguatan karakter diri, menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan kedisiplinan sebagai pondasi berbangsa dan bernegara. Termasuk rela berkorban demi bangsa dan negara serta kebaikan, adalah ciri-ciri generasi yang berwawasan kebangsaan.
“Terdapat nilai karakter integritas yang mendasari perilaku seseorang, untuk selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral,” jelasnya.
“Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran,” sebutnya.
Tak kalah penting, nilai karakter Pancasila yang merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain. Termasuk mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita.
“Para pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat kabupaten ini, diharapkan memiliki semangat, mandiri, memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian dan menjadi tulang punggung dalam membangun wilayah masing-masing dengan bersinergi dengan pihak terkait,” imbuhnya.
Adapun tujuan utama wawasan kebangsaan tersebut, yakni membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan. Sebagai salah satu manfaat dari wawasan kebangsaan, timbulnya rasa menjiwai semangat bangsa.
“Wawasan kebangsaan adalah konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara. Baik diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (so)














