
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Ramadani, Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ikut menyorot dunia pendidikan di Kutim. Pasalnya, penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SMA/SMK Tahun 2023 dikabarkan kembali berlebihan.
Kata dia, hal ini terus terjadi dari tahun ke tahun. Tak ada penyelesaian dan solusi. Setiap penerimaan, kebutuhan anak-anak tak terpenuhi. Mereka kekurangan kelas. Atas alasan itulah, mereka terpaksa tak bisa mendaftar ke sekolah tersebut dengan alasan penuh.
“Seharusnya semua sudah dipikirkan. Ruang kelas wajib tersedia. Tak ada di tolak-tolak. Semua memiliki hak belajar dan penempuh pendidikan di manapun,” kata Ramadani.
Sebagai Komisi D, dirinya merasa perlu untuk ikut campur atas hal ini. Lantaran tingkat SMA merupakan kewenangan provinsi, maka dirinya meminta agar pihak provinsi dapat mencarikan solusi atas hal itu.
“Pemerintah provinsi melalui UPT Disdikbud Kaltim Wilayah 2 agar ada penambahan ruang kelas baru di SMAN/SMKN Sangatta,” kata dia.
Apa yang diminta diharapkan dapat segera direalisasikan untuk kepentingan anak-anak pelajar di Kutim. Tak ada lagi alasan kekurangan tempat belajar dan sejenisnya sehingga mereka tertolak.
“Kami mengusulkan tambahan ruang belajar baru jangan hanya ditampung saja.Jangan hanya yang dari luar saja menjadi prioritas, Kutim juga wajib diperhatikan,” katanya.
Besar harapan kedepan tak ada lagi penolakan dengan alasan penuh. Ini kata dia bukan alasan tanpa ada solusi. Seharusnya semua memiliki hak dimanapun ingin bersekolah.
“Semua wajib terlibat untuk menuntaskan masalah pendidikan ini,” katanya. (adv/so1)














