
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dr Novel Tyti Paembonan mengakui jika pembenahan yang dilakukan pemerintah Kutim terhadap bidang kesehatan, sangat baik.
Terutama di Rumah Sakit (RS) Kudungga, membuat rumah sakit ini telah setara dengan rumah sakit di Balikpapan, maupun di Samarinda. Baik Sumber daya manusia (SDM), maupun segi fasilitas kesehatannya.
“Mungkin masih banyak anggota DPRD Kutim yang belum tau, jika RS Kudungga sudah punya ahli bedah saraf, ahli rekam medis, ahli paru-paru dan berbagai dokter ahli kita. Kita juga punya alat-alat kesehatan yang canggih-canggih, membuat kita bangga. Sebab, dengan demikian kita punya RS setara dengan RS di Balikpapan, Samarinda. Karena itu, kita harus jadikan RS Kudungga ini sebagai Ikon Kutim,” katanya.
“Karena itu, Kita tak perlu jauh-jauh jika sakit, ke RS Kudungga saja. Saya waktu covid juga jadi pasien di sana sepuluh hari,” lanjut Novel, saat memimpin rapat dengar pendapat dengan tenaga kesehatan yang menolak rancangan UU Kesehatan waktu lalu.
Meskipun demikian, dia melihat masih ada masalah, dimana ada kekurangan tenaga kesehatan di RS yang telah dibangun pemerintah seperti RS Muara Bangkal, yang tenaga kesehatannya belum terpenuhi. Untuk itu, Novel meminta agar dilakukan evaluasi. Sebab mungkin saja banyak tenaga kesehatan yang mau masuk ke sana, namun ada hal yang dirasa tidak sesuai harapan mereka, terutama gaji dan tunjangan yang ditawarkan.
“Tenaga dokter, Bidan, Perawat, Apoteker, mungkin mereka mau masuk, namun dia melihat gaji yang kita tawarkan kecil, tunjangan kecil sehingga mereka tidak mau. Karena itu, kita harus mengapresiasi keahlian mereka dengan memberikan tunjangan yang layak, yang bersaing dengan daerah lain, agar mereka mau,” katanya.
Disebutkan, perlunya perbaikan terutama masalah gaji dan tunjangan ini karena uang kutim siap. “uang kita siap, kita harus mengapresiasi keahlian mereka, agar mau masuk ke sana,” katanya. (adv/so1)














