SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR– Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketergantungan siswa pada gawai dan judi online, yang menurutnya semakin diperburuk oleh tekanan ekonomi keluarga. Ia menilai kondisi ini sudah menjadi masalah serius yang mempengaruhi proses belajar dan kehidupan sosial siswa di sekolah.
“Masalah gawai, judi online, hingga tekanan ekonomi keluarga sangat memengaruhi kondisi psikologis dan interaksi sosial siswa di sekolah. Ini pasti berdampak negatif pada keseharian mereka,” kata Jimmi, Selasa (25/11/2025).
Jimmi mengatakan gangguan tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan ringan karena berpotensi menghambat perkembangan karakter dan konsentrasi belajar. Ia menilai peran pemerintah, orang tua, sekolah, dan masyarakat perlu berjalan beriringan untuk mencegah dampaknya semakin meluas. Menurutnya, ruang digital yang begitu mudah diakses membuat banyak siswa rentan terjebak konten yang merusak, termasuk judi online yang kini menjangkau anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa isu tersebut sudah dibahas dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Pemerintah daerah, kata Jimmi, menyoroti pentingnya deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk membaca tanda-tanda perubahan perilaku siswa. Guru, yang berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari, diminta lebih awas terhadap gejala yang muncul.
“Kemarin kami sudah kami rapatkan bersama Forkopimda. Ada deteksi dini terkait kekerasan perempuan dan anak, sekaligus kami minta guru lebih peka melihat perubahan sikap siswa,” ungkapnya.
Jimmi berharap langkah-langkah pengawasan dan pendampingan dapat diperkuat agar siswa tidak kehilangan arah di tengah arus informasi digital. Menurutnya, respons cepat dari guru dan orang tua sangat penting untuk memastikan siswa tetap berada dalam lingkungan yang aman dan terbimbing. (adv/soj)














