
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, menekankan pentingnya mahasiswa penerima beasiswa agar kembali mengabdi di daerah setelah menyelesaikan pendidikan. Joni berharap mahasiswa yang dibiayai oleh pemerintah daerah tidak hanya menyelesaikan studi tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan Kutim.
“Kalau dibiayai oleh daerah, harus kembali mengabdi ke daerah,” ujar Joni.
Joni mengantisipasi adanya potensi mahasiswa yang setelah menyelesaikan pendidikan yang dibiayai oleh pemerintah daerah memilih kembali ke daerah asal mereka. Ia menekankan perlunya pendataan yang lebih baik untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar berkomitmen mengabdi di Kutim.
“Perlu ada data yang jelas, jangan membawa keluarga dari luar ke sini hanya untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, lalu setelah lulus kembali ke daerah asal mereka. Ini yang harus diwaspadai. Jangan sampai setelah kuliah yang dibiayai pemerintah, mereka tidak kembali mengabdi di sini, padahal daerah sangat membutuhkan,” jelasnya.
Joni menegaskan bahwa semua penerima beasiswa dari pemerintah daerah harus kembali mengabdi di Kutim setelah menyelesaikan pendidikannya. Kecuali, jika bidang keahlian mereka tidak dibutuhkan di Kutim, barulah mereka diperbolehkan mencari pekerjaan di luar daerah.
“Selama masih diperlukan di sini, wajib untuk kembali mengabdi. Menurut saya, itu sebuah kewajiban karena pemerintah membiayai pendidikan mereka karena ada kebutuhan di daerah. Jadi, setelah lulus, mereka harus mengabdi. Intinya seperti itu, sebagai bentuk balas budi,” tambah Joni.
Dengan demikian, diharapkan para mahasiswa penerima beasiswa dapat berperan aktif dalam memajukan daerah Kutim setelah menyelesaikan pendidikan mereka. (adv/so3)














