SIBERONE.ID, SAMARINDA – Srikandi merupakan aplikasi arsip digital yang memiliki berbagai fitur. Sehingga memudahkan pengelolaan arsip. Mulai dari penyimpanan, penemuan kembali hingga pengelolaan arsip dinamis. Penerapan aplikasi tersebut terus dimaksimalkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim).
Bahkan terus diberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada pegawai di seluruh OPD Kaltim. Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai dalam menggunakan Srikandi. Melalui aplikasi Srikandi, DPK Kaltim menargetkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan arsip di seluruh OPD pada 2024 mendatang.
Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin mengaku optimis jika pengelolaan arsip di Kaltim membaik tahun depan. Seiring dengan rencana penerapan aplikasi Srikandi di seluruh OPD di Kaltim. Maka diharapkan, tahun depan sistem ada aplikasi Srikandi, kearsipan di OPD-OPD akan semakin baik, Senin (27/11) di Aula Bank Indonesia Kaltim.
“Aplikasi Srikandi sangat membantu dalam pengelolaan arsip. Baik arsip dinamis maupun arsip statis. Termasuk memudahkan seluruh OPD dalam penataan, penyimpanan dan pemeliharaan arsip mereka,” jelasnya.
Sementara itu, dia menyayangkan minimnya teknologi-teknologi yang mumpuni dalam pengelolaan arsip. Sebab arsip ini sering dipandang sebelah mata. Sehingga kalau arsip sudah bagus, baru teknologi-teknologinya dibenahi.
“Makanya kami rutin melakukan sejumlah langkah meningkatkan pengelolaan arsip di lingkungan OPD. Salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan Bimtek dan pelatihan-pelatihan. Kita juga memberikan pendampingan kepada OPD dalam pengelolaan arsip,” tutupnya. (adv/so)














