
SIBERONE.ID, KUTIM – Peningkatan pekerjaan lingkungan dan drainase lingkungan merupakan pekerjaan yang akan dilaksanakan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kutai Timur (Kutim). Apalagi sudah menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.
Adapun pekerjaan tersebar di seluruh kecamatan se-Kutim. 60 persennya berada di kawasan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sedangkan 40 persen sisanya dilaksanakan untuk kecamatan lainnya di kabupaten ini.
“Kami berupaya memanfaatkan waktu yang ada. Memang sangat singkat,” ucap Kepala Disperkim Kutim Akhmad Iip Makruf, Jumat (25/11/2022).
Adapun kegiatan tersebut, dikerjakan berdasarkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2022 Rp 120 miliar dan APBD Perubahan 2022 Rp 200 miliar.
“Sekarang kami harus berpacu dengan waktu. Apalagi untuk pekerjaan yang dilaksanakan melalui APBD Perubahan,” ungkapnya.
Dia memastikan, pihaknya berusaha memaksimalkan waktu. Dia tidak menampik cuaca kerap menjadi kendala. Namun, sampai sekarang yang menjadi kendala utama adalah ketersediaan material di daerah ini yang terbatas.
“Baik batu koral dan lainnya. Semuanya sangat terbatas. Kalau yang dikerjakan melalui APBD Murni, kami optimis selesai sesuai kontrak,” akunya.
Sedangkan pekerjaan jalan lingkungan yang sedang berlangsung, masing-masing memiliki lebar maksimal 4 meter.
“Adapun panjang yang akan dibangun menyesuaikan ketersediaan anggaran dan kondisi di lapangan.
Kendati demikian, pihaknya sangat bersemangat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang ditetapkan. Apalagi respons masyarakat sangat baik terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Mereka merasa senang, karena jalan lingkungannya ditingkatkan menjadi beton,” ungkapnya.
Dia menyebut, jalan lingkungan di kawasan perkotaan telah ditarget memiliki kualitas beton. Begitu pula dengan drainasenya. Berbeda dengan jalan baru, yang bentuknya masih timbunan.
“Yang jelas, tahun depan program yang sama akan kembali dilaksanakan. Bahkan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 300 miliar. Semuanya dikerjakan untuk peningkatan jalan lingkungan dan drainase,” tutupnya. (adv/so)














