{"id":7631,"date":"2023-10-25T21:51:38","date_gmt":"2023-10-25T21:51:38","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=7631"},"modified":"2023-11-30T23:59:11","modified_gmt":"2023-11-30T23:59:11","slug":"andalkan-dpk-bule-akan-buat-buku-sejarah-kutai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/10\/25\/andalkan-dpk-bule-akan-buat-buku-sejarah-kutai\/","title":{"rendered":"Andalkan DPK, Bule Akan Buat Buku Sejarah Kutai"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SAMARINDA &#8211; Ada yang spesial di Kaltim. Pasalnya, ada seorang turis atau bule yang berminat untuk membuat buku tentang sejarah di Kaltim. Ialah masalah sejarah Kutai pada abad 18-19.<\/p>\n<p>Ia bernama Michael Hopes. Pria Sidney 1956 sebenarnya sudah membuat buku pertamanya bertajuk ILMU : Magic and Deviation amongst the Benuaq and Tunjung Dayak terbitan tahun 1997 oleh penerbit Puspa Swara (Pustaka Pembangunan \u00a0Swadaya Nusantara) dan Rio Tinto Foundation.<\/p>\n<p>Buku tersebut tersimpan baik di perpustakaan dan merupakan salah satu koleksi konten lokal Kalimantan Timur yang diminati. Selain itu sering pula dipergunakan oleh pemustaka lainnya.<\/p>\n<p>\u201cPagi ini saya bertandang ke perpustakaan untuk kedua kalinya, seingat saya pertama kali menginjakkan kaki ke perpustakaan sekitar \u00a0tahun 1992 yang lalu,&#8221; ujar Michael.<\/p>\n<p>Katanya, ia bertandang ke perpustakaan untuk mencari literatur berkaitan dengan sejarah Kutai \u00a0abad 18-19. Dilanjutkannya, hobi lamanya menulis akan terus dilakukannya dan berencana akan menulis tentang Sejarah Kutai dengan Suku Dayak.<\/p>\n<p>&#8220;Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, saya dapat memenuhi sumber referensinya untuk garapan \u00a0buku terbaru,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dirinya berharap agar kiranya buku tersebut dapat segera terbit. Sehingga bisa menjadi refrensi bagi masyarakat Kaltim. (adv\/so\/mst)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SAMARINDA &#8211; Ada yang spesial di Kaltim. Pasalnya, ada seorang turis atau bule yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7636,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7631"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7642,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7631\/revisions\/7642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7636"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7631"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}