{"id":7353,"date":"2023-10-24T21:22:38","date_gmt":"2023-10-24T21:22:38","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=7353"},"modified":"2023-11-20T23:24:03","modified_gmt":"2023-11-20T23:24:03","slug":"dprd-dan-bp3a-kutim-minta-wajib-lindungi-perempuan-dan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/10\/24\/dprd-dan-bp3a-kutim-minta-wajib-lindungi-perempuan-dan-anak\/","title":{"rendered":"DPRD dan BP3A Kutim Minta  Wajib Lindungi Perempuan dan Anak"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7031 aligncenter\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-07.30.19.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-07.30.19.jpeg 1600w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-07.30.19-768x154.jpeg 768w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-07.30.19-1536x307.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR &#8211; Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur dan DPRD Kutim (Kutim) meminta kepada masyarakat agar segera memberikan melaporkan bila mana terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.<\/p>\n<p>Hal ini dikatakan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian DR. M. Mega Pujiyanti, S. E, M. SI mewakili Kaban Dr. Hj. Sulastin, S.Sos, M.Kes, MM.<\/p>\n<p>Kata dia, pihaknya sangat \u00a0konsisten untuk melindungi perempuan dan anak dari korban kekerasan. Pasalnya, hal ini jelas bertentangan dengan aturan.<\/p>\n<p>\u201cBanyak kasus kekerasan terhadap perempuan, tapi kasus itu tertutupi. Mungkin karena korban takut dipukul suami atau melindungi suaminya. Jadi karena takut itu, mereka lebih pilih menutupinya,\u201d kata Mega Pujianti.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, selain takut, ada faktor lain sehingga perempuan enggan melaporkan tindak kekerasan yang dia alami. Salah satunya karena malu dan masih ingin mempertahankan Rumah Tangganya.<\/p>\n<p>\u201cYa kayaknya mungkin tingkat malu lebih tinggi daripada untuk melaporkan<br \/>\nkesakitan dirinya seperti contoh juga kekerasan terhadap anak. Nah, makanya kita mensosialisasikan jangan malu untuk melaporkan kepada kita,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Mega juga menjelaskan, pihaknya banyak mendapatkan laporan kekerasan perempuan dan anak, tapi bukan dari korbannya langsung.<\/p>\n<p>Melainkan orang-orang terdekatnya. Bahkan, baru-baru ini mereka mendapat laporan kekerasan dari tetangga korban.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, kami tidak pernah bosan mensosialisasikan jangan malu untuk melapor. Mungkin, sebelum ada sosialisasi ini, mereka lebih menutup diri. Jadi kami harap setelah adanya sosialisasi, kami harap para perempuan di luar sana tidak lagi takut melapor,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Anggota DPRD Kutim, Agusriansyah mengatakan tak hanya kasus kekerasan terhadap perempuan, BP3A juga konsen pada menjaga anak dari tindak kekerasan fisik, seks dan mental.<\/p>\n<p>\u201cKasus kekerasan anak yang macam-macam. Kebanyakan sih kalau untuk kekerasan mungkin sifatnya anaknya ditelantarkan atau dipukul orang tuanya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cTapi yang membuat kami kaget, ada anak yang ditiduri orang tuanya, pamannya, bahkan ada yang sampai hamil,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Dirinya berharap agar semua pihak terlibat dalam masalah ini. Jangan sampai kembali terulang kepada anak-anak yang ada disekitar maupun lingkungan keluarga maupun masyarakat umum.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus tegas terkait hal ini. Ini tak bisa dibiarkan. Jika ada segera laporkan,&#8221; pintanya. (adv\/so1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR &#8211; Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur dan DPRD&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7353","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7353"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7370,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7353\/revisions\/7370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7353"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}