{"id":7222,"date":"2023-11-06T02:44:19","date_gmt":"2023-11-06T02:44:19","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=7222"},"modified":"2023-11-15T03:23:13","modified_gmt":"2023-11-15T03:23:13","slug":"fokus-daerah-terpencil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/11\/06\/fokus-daerah-terpencil\/","title":{"rendered":"Fokus Daerah Terpencil"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SAMARINDA &#8211; Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas\u2019ud mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah yang masih kekurangan infrastruktur, terutama di daerah-daerah terpencil.<\/p>\n<p>Dia berharap dana tersebut akan menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan di Benua Etam.<\/p>\n<p>\u201cJumlah guru sangat terbatas, dan ruang belajarnya masih sederhana. Penting bagi kami agar guru-guru terdistribusi secara merata di semua daerah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Permasalahan pendidikan di Kaltim masih menjadi salah satu prioritas utama yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah di berbagai kabupaten dan kota.<\/p>\n<p>Menurut Hasanuddin, hingga saat ini beberapa sekolah di daerah tersebut belum memenuhi syarat dasar sarana prasarana pendidikan, seperti minimnya fasilitas ruang belajar, laboratorium, dan pusat penelitian.<\/p>\n<p>\u201cImplementasi ini baru tercapai di beberapa kabupaten dan kota saja,\u201d ungkap pria kelahiran Balikpapan, 1 August 1973 ini.<\/p>\n<p>Politikus Partai Golkar ini juga percaya bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini memiliki potensi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan infrastruktur pendidikan di Kaltim.<\/p>\n<p>&#8220;Tugas kita bersama adalah memberikan perhatian yang tepat kepada sektor pendidikan demi mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih baik di masa depan,\u201d tandasnya. (adv\/so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SAMARINDA &#8211; Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas\u2019ud mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7229,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7222"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7235,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7222\/revisions\/7235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7222"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}