{"id":696,"date":"2021-10-25T13:21:22","date_gmt":"2021-10-25T13:21:22","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=696"},"modified":"2021-10-25T13:26:46","modified_gmt":"2021-10-25T13:26:46","slug":"manfaatkan-masa-reses-mahyudin-pemkab-kutim-sampaikan-segala-kendala-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2021\/10\/25\/manfaatkan-masa-reses-mahyudin-pemkab-kutim-sampaikan-segala-kendala-pembangunan\/","title":{"rendered":"Manfaatkan Masa Reses Mahyudin, Pemkab Kutim Sampaikan Segala Kendala Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Keterbatasan anggaran menjadi kendala pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ditambah lagi, masa pandemi covid-19 membuat sebagian anggaran dirasionalisasi hingga 12 persen pada APBD Perubahan yang telah disahkan beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Rasionalisasi tersebut merupakan instruksi pemerintah pusat, untuk memaksimalkan penanganan virus tersebut. Hal tersebut tentu menghambat pembangunan infrastruktur, yang seharus terus digencarkan.<\/p>\n<p>Sehingga segala upaya pun digencarkan Pemkab Kutim. Terutama dengan terus bersinergi dengan semua pihak. Termasuk kepada Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, yang kebetulan sedang menggelar reses di Sangatta.<\/p>\n<p>Sebagai Dapil Kaltim yang duduk di DPD RI, Mayhudin mengatakan, kedatangannya ke Kutim tidak hanya agenda kerja. Melainkan juga untuk membangun silaturahmi dengan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakilnya Kasmidi Bulang.<\/p>\n<p>\u201cWaktu pelantikan saya tidak bisa datang. Terhalang masa pandemi covid-19,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Namun, kini dia telah menyerap aspirasi masyarakat. Bahkan, dia membuka ruang untuk memperjuangkan apapun demi kemajuan daerah, khususnya Kutim.<\/p>\n<figure id=\"attachment_698\" aria-describedby=\"caption-attachment-698\" style=\"width: 294px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-698\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-25-at-20.52.17.jpeg\" alt=\"\" width=\"294\" height=\"324\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-698\" class=\"wp-caption-text\">Wakil Ketua DPD RI Dapil Kaltim, Mahyudin.<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSinergi merupakan hal utama untuk kemajuan daerah. Jadi, kalau ada usulan pembangunan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. DPD RI akan memperjuangkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dia akan mendukung segala program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKepemimpinan Pak Ardiansyah Sulaiman dan Pak Kasmidi Bulang, bisa membawa Kutim lebih maju dan sejahtera,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memanfaatkan momentum reses tersebut. Dia pun menyampaikan dinamika pembangunan yang terjadi di Kutim. Tak hanya kemajuan, namun juga segala kendala pembangunan. Khususnya infrastruktur jalan negara yang melintasi Kutim. Baik dari arah Selatan-Utara atau Jalan Trans Kalimantan.<\/p>\n<p>\u201cKedatangan Pak Mahyudin, yang juga merupakan warga Kutim, merupakan kesempatan baik menyampaikan permasalahan daerah. Terutama infrastruktur jalan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Pasalnya, mantan Bupati Kutim periode 2003-2006 itu, dinilai dapat memberikan masukan kepada kementerian yang berwenang.<\/p>\n<p>\u201cItu yang diharapkan. Kami mengapresiasi semua saran strategis pembangunan yang disampaikan Pak Mahyudin,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, masukan tersebut patut dijadikan bahan pertimbangan. Terutama dalam menentukan kebijakan prioritas pembangunan Kutim ke depannya.<\/p>\n<p>\u201cWajib bagi Kutai Timur meningkatkan pembangunannya. Terutama di sektor ekonomi kerakyatan, melalui pertanian dalam arti luas. Sudah sesuai dengan visi misi pemkab sekarang,\u201d tutupnya. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Keterbatasan anggaran menjadi kendala pemerataan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Ditambah lagi,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":697,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,61,43],"tags":[114,40,117,115,116,91],"newstopic":[],"class_list":["post-696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kutai-timur","category-pemerintahan","tag-kendala","tag-kutim","tag-mahyudin","tag-pembangunan","tag-reses","tag-siberone"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=696"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":700,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/696\/revisions\/700"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=696"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}