{"id":570,"date":"2021-09-28T15:09:42","date_gmt":"2021-09-28T15:09:42","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=570"},"modified":"2021-09-28T15:09:42","modified_gmt":"2021-09-28T15:09:42","slug":"dua-tahun-setubuhi-anak-tiri-tersangka-ancam-korban-dengan-senjata-tajam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2021\/09\/28\/dua-tahun-setubuhi-anak-tiri-tersangka-ancam-korban-dengan-senjata-tajam\/","title":{"rendered":"Dua Tahun Setubuhi Anak Tiri, Tersangka Ancam Korban dengan Senjata Tajam"},"content":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Kondisi rumah sepi, berjarak 100 meter dari tetangga terdekat, membuat Arif alias Acok (48), dapat berbuat seenaknya terhadap Mawar (nama samaran), anak tirinya yang berusia 16 tahun.<\/p>\n<p>Memanfaatkan kondisi tersebut, Acok tega menyetubuhi anak tirinya tersebut. Padahal istrinya sedang berjualan dari pagi hingga tengah malam. Perilaku tidak senonoh itu pun sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu.<\/p>\n<p>Lebih 20 kali anaknya dipaksa menuruti memuaskan nafsunya. Dengan senjata tajam (sajam), dia mengancam putrinya agar mau melayani kebejatannya. Kejadian tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kutim Ipda Loewensky Karisoh menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa korban. Korban awalnya sedang bermain telepon genggam di dalam kamar.<\/p>\n<p>\u201cPosisinya berbaring menghadap ke dinding. Bapak tirinya masuk dan tidur di belakang anaknya. Sudah bawa sajam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tak lama, pelaku mengancam korban. Bahkan, tersangka sering melakukan perbuatan asusila itu. Ironisnya, dalam sepekan tiga kali aksi bejat itu dilakukannya.<\/p>\n<p>\u201cPengakuan korban seperti itu,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Sudah tak tahan dengan tindakan tidak senonoh itu, korban memberanikan diri pergi ke rumah tetangganya untuk meminta bantuan. Tetangganya langsung mengantar korban mendatangi ayah kandungnya yang berada di Sangkulirang.<\/p>\n<p>\u201cAyahnya yang melaporkan kepada kepolisian. Korban juga sempat menelpon ayah kandungnya. Tapi, langsung diambil bapak tirinya (telepon genggam),\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Saat divisum, terdapat alat kontrasepsi di dalam tubuhnya. Hal tersebut yang menjadi penyebab rasa sakit yang dirasakan korban saat buang air kecil.<\/p>\n<p>\u201cSudah lama korban merasakan sakit. Tapi tidak mengerti penyebabnya. Baru ketahuan setelah melihat hasil visum,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_572\" aria-describedby=\"caption-attachment-572\" style=\"width: 801px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-572\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-28-at-22.34.06.jpeg\" alt=\"\" width=\"801\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-28-at-22.34.06.jpeg 801w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-28-at-22.34.06-768x644.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 801px) 100vw, 801px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-572\" class=\"wp-caption-text\">Tersangka saat diminta menjelaskan aksi bejatnya oleh Unit PPA Polres Kutim.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sementara itu, tersangka berdalih bahwa perbuatan biadab itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Padahal, istrinya sedang hamil. Sekarang anaknya terakhirnya masih di bawah satu tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya khilaf. Saya memang salah,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Saat dirayu, korban tidak menolak. Dia menyebut, korban hanya diam ketika dia mulai berbuat mesum.<\/p>\n<p>\u201cSelalu bersedia ketika diajak berhubungan badan,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Sekarang tersangka telah mendekam dibalik jeruji besi. Tersangka juga akan dikenakan pasal 81 KUHP ayat 1263, dengan ancaman hukuman minimal \u00a015 tahun penjara. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Kondisi rumah sepi, berjarak 100 meter dari tetangga terdekat, membuat Arif alias Acok&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":571,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,7,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kriminal","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":573,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570\/revisions\/573"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=570"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}