{"id":5690,"date":"2023-06-11T02:18:21","date_gmt":"2023-06-11T02:18:21","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=5690"},"modified":"2023-08-05T02:21:23","modified_gmt":"2023-08-05T02:21:23","slug":"dewan-dukung-kenaikan-gaji-dokter-dan-beasiswa-khusus-nakes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/06\/11\/dewan-dukung-kenaikan-gaji-dokter-dan-beasiswa-khusus-nakes\/","title":{"rendered":"Dewan Dukung Kenaikan Gaji Dokter dan Beasiswa Khusus Nakes"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4505 aligncenter\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/WhatsApp-Image-2023-05-10-at-10.02.35.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/WhatsApp-Image-2023-05-10-at-10.02.35.jpeg 1600w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/WhatsApp-Image-2023-05-10-at-10.02.35-768x154.jpeg 768w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/WhatsApp-Image-2023-05-10-at-10.02.35-1536x307.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Rampungnya Rumah Sakit (RS) Muara Bengkal di kawasan pedalaman, menjadi jawaban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Hal itu juga sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata.<\/p>\n<p>Kendati demikian, harus ditunjang dengan fasilitas kesehatan (faskes) yang memadai. Termasuk pula menyediakan tenaga kesehatan (nakes) yang harus standby di RS tersebut. Namun hal itu tampaknya menjadi permasalahan serius yang dihadapi Pemkab Kutim saat ini.<\/p>\n<p>Ya, diperlukan 141 sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi RS tersebut. Seperti tenaga perawat dan lima dokter spesialis yang saat ini memang masih minim di kabupaten ini. Di antaranya dokter anak, dokter penyakit dalam, bedah, kandungan dan anestesi. Sedangkan saat ini baru tersedia 23 tenaga medis hasil mencomot dari puskesmas di sekitar RS itu.<\/p>\n<p>Hal itu membuat Pemkab Kutim dilema, terutama dengan adanya kebijakan setiap pemerintah daerah (pemda) di Indonesia tidak diperbolehkan lagi mengangkat tenaga honorer. Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Arfan tidak menampik kebanyakan dokter spesialis spesialisasi tidak bersedia lantaran berada jauh di pedalaman.<\/p>\n<p>\u201cKalau di kota kan mereka bisa buka praktek mandiri, dengan penghasilan yang lebih besar,\u201d kata politikus NasDem itu.<\/p>\n<p>Pemkab pun diminta menyiasati dengan memberikan kenaikan gaji kepada para dokter spesialis. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri, apalagi sifatnya sangat mendesak. Ya, pemkab memang berencana menaikan gaji dokter dari Rp 40 juta menjadi Rp 60-70 juta per bulan.<\/p>\n<p>\u201cTetap pertimbangan yang harus menjadi perhatian kalau pemerintah ingin menaikan gaji dokter,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja dari dokter tersebut. Dia tak ingin setelah absen langsung pulang. Mengingat tenaga medis harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai mereka menganggap lebih menguntungkan bekerja di RS Swasta atau membuka praktek sendiri. Ini sudah saya ingatkan kepada direktur RSUD Kudungga. Makanya harus menjadi perhatian serius,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, dia mengapresiasi program Pemkab Kutim yang membuka penerimaan beasiswa bagi putra dan putri daerah, untuk berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas mulawarman. Termasuk untuk jurusan keperawatan, farmasi dan kesehatan masyarakat (kesmas).<\/p>\n<p>\u201cHarus segera direalisasikan. Karena ini program jangka panjang,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Sehingga yang akan mengisi RS dan puskesmas di setiap kecamatan, merupakan putra dan putri dari kecamatan itu sendiri, setelah mereka lulus menempuh pendidikan berdasarkan beasiswa yang disediakan.<\/p>\n<p>\u201cJadi tidak lagi mencari dokter dari luar. Ini program bagus untuk jangka panjang,\u201d pungkasnya. (adv\/so2)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Rampungnya Rumah Sakit (RS) Muara Bengkal di kawasan pedalaman, menjadi jawaban&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-5690","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5690"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5690\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5692,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5690\/revisions\/5692"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5690"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}