{"id":566,"date":"2021-09-27T13:04:19","date_gmt":"2021-09-27T13:04:19","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=566"},"modified":"2021-09-27T13:04:19","modified_gmt":"2021-09-27T13:04:19","slug":"tak-kenakan-baju-aksinya-terlihat-seperti-tuyul-residivis-pencurian-diterkam-macan-tiga-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2021\/09\/27\/tak-kenakan-baju-aksinya-terlihat-seperti-tuyul-residivis-pencurian-diterkam-macan-tiga-kali\/","title":{"rendered":"Tak Kenakan Baju, Aksinya Terlihat Seperti Tuyul, Residivis Pencurian Diterkam Macan Tiga Kali"},"content":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Tim Macan Polres Kutim berhasil mengamankan residivis pencurian pada 25 Juli lalu (tengah malam). Pelaku warga Sangatta bernama Irfan (26). Dia sudah empat kali diterkam tim macan.<\/p>\n<p>Sejak beroperasi Mare hingga September, dia berhasil menggondol mesin trafo, bor, alat ketam elektrik, kabel dan gerinda. Bahkan, jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 6 juta lebih.<\/p>\n<p>Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf mengatakan, pelaku sudah diamati tim macan sejak bebas dari kurungan ketiga kalinya, pada 2019 lalu. Tapi, pelaku selalu berpindah-pindah.<\/p>\n<p>\u201cKami amankan saat sedang di rumah bersama orang tuanya. Pengakuannya beraksi sendiri. Keterangan saksi dan petunjuk juga sendirian. Setiap beraksi hanya menggunakan celana pendek,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko menyebut, ada delapan tempat kejadian perkara (TKP) yang menjadi sasaran operasi pelaku. Jalan Pendidikan, Jalan Dayung, Jalan Ringroad dan Jalan Kenyamukan.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan CCTV, aksi pelaku seperti tuyul. Tidak pernah mengenakan baju, hanya celana,\u201d jelasnya, Senin (27\/9\/2021).<\/p>\n<p>Identitasnya terungkap ketika sosoknya terlihat jelas di CCTV milik salah satu korban. Pelaku juga kerap beraksi di rumah rumah kosong dan berpenghuni.<\/p>\n<p>\u201cDia pernah diamankan atas aksi pencurian mesin pemotong rumput, burung dan kamera. Pernah divonis selama 1,3 tahun. Sekarang, ancaman maksimal tujuh tahun penjara, pada pasal 363,\u201d tegasnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_567\" aria-describedby=\"caption-attachment-567\" style=\"width: 919px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-567\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-27-at-20.23.36-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"919\" height=\"513\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-27-at-20.23.36-1.jpeg 919w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-27-at-20.23.36-1-768x429.jpeg 768w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/WhatsApp-Image-2021-09-27-at-20.23.36-1-250x140.jpeg 250w\" sizes=\"auto, (max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-567\" class=\"wp-caption-text\">Barang hasil curian pelaku.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pihaknya akan terus menindak seluruh kegiatan kriminal di wilayah Kutim. Apalagi, tingkat kriminalitas menurun dibanding dengan tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat tidak perlu khawatir. Tim macam akan terus mengawal kamtibmas di Kutim,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara pelaku, Irfan mengaku sudah tiga tahun lebih beraksi di kawasan Sangatta. Lokasi bangunan memang diincarnya.<\/p>\n<p>\u201cDulu pernah jadi pekerja bangunan. Hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Meski selalu beraksi sendiri, dia sudah menghasilkan Rp 5 juta dari hasil penjualan.\u00a0 Perbuatan itu terpaksa dilakukannya karena tidak memiliki pekerjaan.\u00a0Namun, ketika melakukan aksinya, pisau dapur sering menjadi senjata untuk mencungkil jendela dan lainnya.<\/p>\n<p>Mengenai tanpa pakaian, dia beralasan pakaiannya sedang basah.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada tujuan apa-apa,\u201d paparnya. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Tim Macan Polres Kutim berhasil mengamankan residivis pencurian pada 25 Juli lalu (tengah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":568,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,7,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kriminal","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=566"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":569,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/566\/revisions\/569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=566"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}