{"id":516,"date":"2021-09-14T14:30:17","date_gmt":"2021-09-14T14:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=516"},"modified":"2021-09-14T14:30:17","modified_gmt":"2021-09-14T14:30:17","slug":"terhubung-pada-semua-kecamatan-di-kawasan-utara-dewan-minta-pemkab-anggarkan-penanganan-permanen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2021\/09\/14\/terhubung-pada-semua-kecamatan-di-kawasan-utara-dewan-minta-pemkab-anggarkan-penanganan-permanen\/","title":{"rendered":"Terhubung Pada Semua Kecamatan di Kawasan Utara, Dewan Minta Pemkab Anggarkan Penanganan Permanen"},"content":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Meski sudah dapat dilintasi, jalan poros Sangatta-Rantau Pulung tetap belum bisa dilintasi semua jenis kendaraan. Ya, hanya kendaraan dengan beban 8 ton ke bawah yang diperkenankan melintasi jalan yang baru diberikan penanganan darurat itu.<\/p>\n<p>Penanganan secara permanen pun sangat diharapkan. Sehingga, pengendara benar-benar aman saat melintasi jalan yang berada di Kilometer 16 tersebut.<\/p>\n<p>Seperti yang diharapkan Ketua DPRD Kutim Joni, yang juga merupakan warga Rantau Pulung. Dia mengatakan, jalan tersebut tidak hanya dinikmati masyarakat Rantau Pulung.<\/p>\n<p>Sebab, menghubungkan menuju kecamatan-kecamatan lainnya. Ada simpang tiga di jalan poros tersebut. Arah kiri menghubungkan Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar dan Telen.<\/p>\n<p>\u201cKalau belok kanan tembus ke Jalan Poros Bengalon-Muara Wahau (Kilometer 106),\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain menuju Muara Wahau dan Kombeng. Arah tersebut juga terhubung menuju Kabupaten Berau. Apabila melewati simpang Perdau, Kecamatan Bengalon, jarak tempuh akan semakin jauh.<\/p>\n<p>\u201cBahkan menjadi dua kali lipat. Tentu memakan ongkos lebih besar,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Berbeda jika melintas jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, akan menghemat waktu. Menghemat ongkos pula. Makanya penting untuk diberikan penanganan permanen.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan infrastruktur di Kota Sangatta juga akan terdampak. Sebagian besar pasir untuk pembangunan berasal dari Rantau Pulung. Itu yang selama ini saya tahu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, angkutan sembako pun kebanyakan lewat jalan tersebut. Termasuk angkutan yang menuju kecamatan lainnya. Tetapi, untuk transportasi petani tidak terganggu.<\/p>\n<p>\u201cHanya angkutan barang yang berasal dari Sangatta saja terganggu. Saya harap tahun depan ada penganggaran untuk perbaikan secara permanen,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pemerintah juga diminta membuat perencanaan penanganan. Sehingga semua jenis kendaraan dapat melintas. Kolaborasi dengan perusahaan harus dijalankan.<\/p>\n<p>\u201cJadi lebih aman. Tidak khawatir saat melintas. Lagi pula status jalannya milik kabupaten,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim Witono memastikan, jalan tersebut sudah aman dilintasi kendaraan dengan kapasitas maksimal 8 ton.<\/p>\n<p>\u201cKami juga akan pasang rambu hati-hati. Dikhawatirkan masih ada pergerakan tanah,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Adapun perencanaan untuk perbaikan sedang berproses. Pihaknya ingin perencanaan terselesaikan lebih cepat. Sehingga dapat diberikan penanganan permanen.<\/p>\n<p>\u201cKami masih mengkaji, memastikan penanganan yang ideal. Hasil kajian menentukan jenis perbaikan. Proses pengkajian masih berlangsung,\u201d pungkasnya. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SiberOne.id \u2013 Meski sudah dapat dilintasi, jalan poros Sangatta-Rantau Pulung tetap belum bisa dilintasi semua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":517,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,61,43,89],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kutai-timur","category-pemerintahan","category-peristiwa"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":518,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/516\/revisions\/518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=516"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}